Home » , , » Permainan Takdir

Permainan Takdir

Dipublikasikan Oleh Mawardi Ardi pada Jumat, 16 Maret 2018 | 11.05



Beberapa waktu yang lalu, PKS telah mendapatkan nomer urut 8 sebagai partai yang akan ikut memperebutkan jutaan suara rakyat Indonesia pada tahun politik 2019 mendatang. Tak lama kemudian partai dakwah ini, merilis 9 orang calon presiden yang akan diusung pada tahun 2019. Salah satu diantara sembilan nama itu adalah Anis Matta, mantan presdien PKS yang berhasil membawa kembali PKS sebagai partai yang kader yang tetap bertahan ditengah-tengah gonjang-ganjing isu korupsi ketika itu.
Anis Matta ,bagi para kader PKS adalah motivator sekaligus inspirator, yang orasinya mampu membagkitkan semangat kader PKS, memang layak untuk dicalonkan jadi calon presiden Indonesia. Dengan semboyannya " Arah Baru Iindonseia" baliho Anis Matta kini bertebaran dihampir seluruh kota di Indonesia. Selain Motivator Anis Matta juga termasuk penulis yang produktif, gagasannya tentang negara dan kemajuan bangsa selalu ia tuliskan diberbagai sosial media. Berikut salah satu tulisannya tentang  situasi Indonesia saat ini , selamat membaca :


PERMAINAN TAKDIR
Oleh: Anis Matta

Fir'aun mungkin tidak pernah membayangkan bahwa kotak kecil berisi bayi Musa yang mengapung di sungai dan merapat ke istananya adalah sebuah surat.
Itu pesan bahwa ketika ia menginstruksikan pembunuhan bayi laki-laki, tanpa sadar ia sedang bermain dengan takdirnya sendiri.
Permainan baru saja dimulai!
Seharusnya Fir'aun sadar bahwa isi kotak ini mutlak masuk dalam daftar bayi yang harus dibantai.
Dia tidak boleh membuat pengecualian.
Tapi Fir'aun membuat pengecualian.
Bayi ini dikeluarkan dari daftar target pembunuhan.
Dan itulah awal dari semua bencana yang menimpanya kelak.
Pengecualian itu dibuat dengan logika yang sangat lugu dan naif.
Istrinyalah yang memberi ide, bayi itu mungkin bermanfaat atau diangkat sebagai anak.
Kaum Megaloman seperti Fir'aun biasanya menunjukkan kuasa dengan menebar kasih.
Maka ia mengabulkan permintaan istrinya, toh semua masih dalam kendali.
Dari celah jiwa itulah Allah memberlakukan kehendakNya.
Sang Rasul tumbuh besar dalam istana, dengan fasilitas istana.
Perlindungan yang sempurna.
Dari waktu ke waktu bayi itu menunjukkan gelagat berbahaya, tapi kasih sayang mengubah sikapnya.
Ia melakukan _"pembiaran",_ semua dalam kendali.
Begitulah Allah mempermainkan Fir'aun.
Dimulai dengan mimpi yang menganggu pikirannya dan melahirkan kecemasan luar biasa, lalu bayi mungil itu.
Sebuah dinasti raksasa diruntuhkan dengan cara yang sangat sederhana.
Dari ide-ide kecil yang diselipkan Allah dalam benak Fir'aun.
Itulah permainannya.
Permainan kecil itu hanya ingin menyampaikan pesan sejarah bahwa kendali bukanlah di tangan manusia, termasuk atas pikiran-pikirannya sendiri.
Para konspirator selalu ditipu oleh dendam dan megalomania, diyakinkan oleh kedigdayaannya bahwa semua kendali ada di tangan mereka.
TIDAK nyatanya!
Sumber optimisme kita dari situ, dari fakta bahwa kendali tidaklah di tangan manusia, kendali tetap di tangan Allah.
Dia yg mengendalikan game ini!
Yang harus kita jaga agar takdir baik berpihak pada kita adalah konsistensi pada kebenaran.
Walaupun kita akan tampak lugu dan naif.
Ini permainannya!
Allah yang mengontrol seluruh permainan ini karena Dia sendiri yang mengendalikan alam raya ini, termasuk ilmu tentang masa depan.
Jadi jangan terlalu khawatir!
Semua ilmu manusia tentang masa depan hanya sampai pada zhan _(dugaan)._
Mereka bisa membaca tren, tapi tidak mengendalikannya.
Itu seperti meramal cuaca, bisa diduga-duga tapi tidak bisa dikendalikan.
Jadi jangan percaya pada propaganda bahwa ada kekuatan yang tak terkalahkan di dunia ini!
Sumber FB : Satrya Yudha Wibowo
Share this article :

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger