Home » , , » Keteguhan hati seorang kader PKS

Keteguhan hati seorang kader PKS

Dipublikasikan Oleh Mawardi Ardi pada Rabu, 28 Maret 2018 | 21.13



" resiko pemecatan sejak awal telah diperhitungkannya, namun ia yakin bahwa bergabung kedalam barisan PKS tidak semata pilihan berpolitik , tetapi dipartai ini saya merasakan nuansa islam  yang kuat" Saifudin Zuhri (ketua DPC PKS kec.Ngantang)

Hidup memang soal memilih, setiap pilihan maisng-masing memiliki resiko yang berbeda-beda disinilah ujiannya apakah kita akan tetap pada pilihan kita atau berpaling. Demikian juga resiko yang dihadapi oleh Saifudin Zuhri, ia seorang ketua DPC PKS kec. Ngantang kabupaten Malang. Pak Udin begitu tetangganya biasa memanggilnya, ia diangkat menjadi ketua DPC PKS kecamatan  Ngantang menggantikan adiknya yang hijrah keluar pulau. Tiada pilihan yang tak beresiko, begitulah sunnatullah, tatkala ia memilih menjadi seorang ketua DPC sebuah partai iapun tak luput dari ancaman pemecatan. Pak Udin selain menjadi ketua DPC PKS Ngantang, ia juga seorang guru disebuah sekolah menengah atas swasta didesanya. Sebuah kebetulan, sekolah tempat ia mengajar berafiliasi kepada sebuah partai poltik besar dinegeri ini,maka pemilik sekolah tersebut segera memanggilnya. " pak Udin, jika betul bapak seorang ketua partai? jika betul silahkan pilih tetap disekolah ini dengan melepaskan jabatan sebagai ketua partai atau bapak berhenti menjadi guru disekolah ini jika tetap sebagai ketua partai?" ancam sang pemilik sekolah. Dengan tegas pak udin menjawab " saya tetap jadi ketua DPC PKS, dan saya keluar dari sekolah ini" jawabnya. 
Keteguhan pak Udin nampaknya membuat simpati para rekan guru disekolahnya, maka tatkala ia hendak bersiap-siap untuk keluar dari sekolahnya, teman-temannya membelanya dengan mendatangi sang pemilik sekolah. " jika pak Udin dikeluarkan, maka kami seluruh guru juga akan ikut keluar dari sekolah ini" ancam para rekan gurunya. Tak ingin kehilangan para guru , lalu pemilik sekolah segera mencabut kata-katanya, dan kini pak Udin tetap sebagai pengajar disekolah tersebut dan menjadi guru pavorit disekolahnya. Ketika penulis berkunjung ke kediamannya, ia menyatakan bahwa " resiko pemecatan sejak awal telah diperhitungkannya, namun ia yakin bahwa bergabung kedalam barisan PKS tidak semata pilihan berpolitik , tetapi dipartai ini saya merasakan nuansa islam  yang kuat" ujarnya. " PKS juga tempat saya berjuang untuk terus tetap dijalan dakwah" ungkap pria kelahiran asli Ngantang ini.
Saat ini pak Udin sedang merintis pendirian sebuah pondok pesantren didesanya,agar kedua putranya yang saat ini masih menempuh kuliah di UIN Maliki Malang. Dan satu lagi sedang menempuh pendidikan di Kairo Mesir, dapat mengamalkan ilmunya setelah mereka selesai menuntut ilmu. Semangat dakwah pak Udin memang pantas ditiru,keperihatinannnya terhadap pergaulan para remaja didesanya menjadi latar belakang mengapa ia sangat ingin membangun sebuah pesantren. " remaja didesa saya banyak yang terlibat pergaulan bebas, minum-minuman keras dan berbagai macam maksiat khas anak muda saat ini" ungkapnya. " doakan kami tetap istiqomah dipartai ini, untuk menyelamatkan para pemuda yang pergaulannya memang meniru orang tua mereka yang hidupnya memang jauh dari tuntunan agama Islam", ungkapnya saat mengakhiri perbincangannya dengan penulis.
Share this article :

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger