Home » » Reses Sebagai Media pembelajaran Transparansi Politik

Reses Sebagai Media pembelajaran Transparansi Politik

Dipublikasikan Oleh Mawardi Ardi pada Senin, 20 Oktober 2014 | 20.08



Oleh. Usman Adhim Hasan.
Penggiat Pembinaan dan Pemberdayaan Masyarakat Kec. Dau - Kab. Malang.


Apa dan Bagaimanapun perkembangan politik saat ini, serta  bagaimana pengaruhnya terhadap kemakmuran masyarakat, adalah bagian dari dinamika politik, dimana kegaduhan kepentingan menjadi ciri khasnya. Oleh sebab itu akan selalu dijumpai bahwa fakta politik tidak selalu sesuai yg diinginkan. 
Relatifitas fakta politik  menjadikan kita tidak boleh terlalu menggantungkan harapan pada politik. akan tetapi, lebih tidak boleh lagi, kalau kita mengacuhkannya dan membiarkannya sejadi jadinya digandrungi dan dikelola oleh orang yang tidak bisa dipertanggung jawabkan dedikasi dan integritasnya dalam menangkap dan menjawab persoalan bangsa.
Oleh karena Peran serta masyarakat secara langsung sangat dibutuhkan untuk mengawal gerak politik, maka sejatinya "reses" dapat dijadikan media transparansi politik  oleh DPRD, sebagai pembelajaran langsung dan efektif. Sehingga konstituen dapat mehamai terapan tiga fungsi tugas dan tanggung jawab DPRD, yakni funsi pengawasan, anggaran dan legislasi.
Selama ini praktek "reses"  tidak jelas, sehingga wajar masyarakat akan beranggapan wakil rakyatnya adalah "supermen," sehingga konsekwensinya, untuk masyarakat yang progresif akan menuntut kesejahteraan yang disampaikan oleh masyarakat cendrung arogan, dan instan. Sementara untuk masyarakat yang pasif, cendrung pesimis, masa bodoh dan akhirnya kehilangan kepercayaan pada wakil rakyat.
"Reses" sebagai alat bantu DPRD yang legal secara konstitutif untuk menyerap dan merespon aspirasi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat (konstituen), dapat menjadi kerja yang ideal adalah ketikan juga dapat menjadi media pembelajaran transparansi politik terhadap konstituen. Bukan malah menjadi proyek anggaran balas jasa, sehingga wajar bila sejumlah pihak menilai "mubazir," dan  memungkin praktek yang serba fiktif, maka artinya, mengawali tugas dan tanggung jawab sebagai amanat rakyat dengan KKN yang beraima-ramai dilakukan dengan rapi dan secara tersembunyi.
-------

Sent from BlackBerry® on 3
Share this article :

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger