Home » » Syaiful Rosyid: DEKAT dan MELAYANI

Syaiful Rosyid: DEKAT dan MELAYANI

Dipublikasikan Oleh Mawardi Ardi pada Rabu, 26 Februari 2014 | 10.53

foto profilKeadaan masyarakat yang masih jauh dari kata cukup dan perlu banyak pembenahan dari sudut pandang ekonomi dan kesejahteraan, membuat seorang pria bernama Syaiful Rosyid tak bisa tinggal diam. Atas perintah partainya untuk menjadi calon legislatif dari dapil 2 Kabupaten Malang yang meliputi kecamatan Lawang, Singosari, dan Pakis.
“Masyarakat masih butuh banyak tangan dingin yang bisa memikirkan kesejahteraan mereka,”kata Syaiful Rosyid, kepada Koran Suara Rakyat.
Dalam perjalanan politiknya, ia mengaku senang terjun langsung di tengah-tengah masyarakat sehingga bisa mengetahui keadaan mereka sesungguhnya. Ia juga mengakui, terjunnya ke dalam dunia politik sebagai bagian dari dakwah yang selama ini ditekuninya.
Syaiful Rosyid, lahir di kota Madiun. Dari garis keturunan ayahnya, hingga kakeknya memiliki latar belakang keluarga militer. Rosyid, begitu sapaannya, karakter pribadinya agamis, disiplin serta mudah bergaul. Hal itu dilatarbelakangi karena ia lahir dan dibesarkan di lingkungan Pesantren Salafiyah asuhan kakeknya dari jalur ibu, KH. Shaleh Mukri bin Alwi. Ibunya yang juga aktif mengajar di madrasah diniyah serta kegiatan muslimat dikampungnya, menjadi teladan sendiri buat dirinya untuk berkiprah dibidang sosial kegamaan.
Selain itu ia juga pernah menjadi santri dari KH. Abdul Wahid Ghozali atau yang terkenal dengan panggilan GUS Wahid. Saat dipondok itu, Rosyid ikut membantu guru sekaligus mengelola Pondok Pesantren Assalam di desa Tunjung Tirto, Singosari, Malang. Ia menangani beberapa santri belajar ilmu agama dan umum. Dipondoknya yang hanya menerima anak yatim piatu dan kurang mampu, dirinya jadi mengerti bagaimana menghargai orang tidak karena status sosial maupun pangkatnya.
Rosyid mengatakan sebelum dirinya menempuh pendidikan sarjana S1 di UMM, jurusan akuntansi serta S2 di jurusan sosiologi ditempat yang sama. Dia telah lama aktif dalam organisasi masyarakat, pemuda, agama, dan sosial. Bahkan sejak umur sangat belia, ia sangat aktif diberbagai organisasi, seperti pengurus Karang Taruna, OSIS , Organisasi Pecinta Alam, FKPPI, dan Pramuka. Bahkan ia juga aktif mengikuti Beladiri Cempaka Putih dan Setia Hati di Madiun.
Sebagai ketua Yayasan Cahaya Ummat yang membawahi bidang agama, sosial dan pendidikan, hingga saat ini. Pengalaman Rosyid terus bertambah, hingga merintis karir politik dari bawah. Dia  pernah menjadi Ketua Kepemudaan PK, Humas PKS dan Sekretaris PKS serta dua kali secara berturut-turut memimpin Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kemudian sebagai pejabat sementara (PJS) untuk ketua umum tahun 2009 sampai dengan 2011. Namun posisi tersebut, dilanjutkan pada tahun 2011 sampai dengan 2015 menjadi pengalaman yang memberikan kematangan dalam dirinya untuk bermasyarakat dan mempimpin organisasi besar PKS dikabupaten Malang.
“Sebetulnya PKS ini Adalah kendaraan saat kita terjun dalam dunia dakwah. Sehingga kita pun meniatkan diri dan berkomitmen bahwa ini bagian dari dakwah demi kebaikan umat. Ini niat kita bersama teman-teman yang dulu aktif ditarbiyah dan dakwah kampus. Kalaupun saya tidak bisa menjadi wakil rakyat, itu sudah menjadi hal biasa yang saya alami sebelumnya. Yang jelas kita menganggap bahwa berpartisipasi dalam dunia politik ini sebenarnya juga media untuk menambah ruang yang lebih besar dalam melakukan banyak manfaat bagi ummat,”jelasnya, panjang lebar.
Syaiful Rosyid menambahka, jika tidak ada tokoh yang menginspirasinya untuk terjun dalam dunia politik, melainkan lebih kepada doktrin tentang dari  ajaran kesempurnaan Islam. Dirinya masuk dalam dunia politik ini sebagai bentuk menjalankah perintah Agama. Politik baginya, bukan segala-galanya dan menjadi panglima. Karena dakwahlah yang menjadi panglima politik bagi Rosyid.
Saat ini di Indonesia, politik menjadi muara seluruh kebijakan. Kebijakan politiklah yang mengatur seluruh hajat hidup orang Indonesia. Apabila seseorang tidak mengambil peran di dalam politik, selamanya akan tunduk pada orang yang memanfaatkan politik.
“Kekuasaan hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok orang yang tidak  bertanggung jawab atas amanat masyarakat. Jadi saya masuk ke dalam ranah politik sebagai aktualisasi dari pemahaman yang selama ini saya yakini. Bagaimana kita menjadi orang yang bisa memberikan manfaat yang lebih besar terhadap ummat, dan membela semua kebijakan politik dan pemerintah lebih mementingkan kepentingan ummat,“tambahnya.
Saat ditanya pandangan terhadap calon wakil rakyat, ia mengungkapkan Visi-misinya yaitu menjadi wakil rakyat yang betul-betul mewakili rakyat. Seorang wakil rakyat harus bisa menjalankan fungsi yang sebenarnya. Seperti yang ia lakukan selama ini, yaitu terus aktif membangun jaringan dimasyarakat, yang memahami dan mengerti benar keadaan yang terjadi dimasyarakat. Sehingga apabila mereka memilihnya sebagai wakil rakyat, itu bukan pilihan yang bersifat transaksional, melainkan karena mereka mengenalnya, tahu visi misinya serta karakternya. Hubungan yang terjalin sangat dekat seperti keluarga sehingga ada komitmen bersama dan saling percaya. Kemudian bisa diharapkan oleh masyarakat menjadi wakil rakyat yang sesungguhnya serta siap memperjuangkan aspirasi masyarakat.  (SR). Sumber  Suararakyat.org
Share this article :

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger