Home » » Selamatkan Nyawa dari Massa Kristen, Muslim Bangui Puji Pasukan Afrika

Selamatkan Nyawa dari Massa Kristen, Muslim Bangui Puji Pasukan Afrika

Dipublikasikan Oleh Mawardi Ardi pada Rabu, 12 Februari 2014 | 09.48


central africax Selamatkan Nyawa dari Massa Kristen, Muslim Bangui Puji Pasukan Afrika
 

MUSLIM yang tinggal di Bangui, ibu kota Republik Afrika Tengah (CAR), memberikan pujian kepada pasukan penjaga perdamaian Afrika – terutama mereka yang berasal dari Rwanda, Burundi dan Kamerun – karena telah menyelamatkan nyawa mereka. Namun mereka mengejek pasukan asal Prancis yang ada di Bangui.
“Rwanda, Burundi dan pasukan Kamerun telah menyelamatkan kehidupan banyak Muslim yang akan digantung oleh massa Kristen yang marah di Bangui,” ujar Abdulaye Tijani, warga Kilometer 5, sebuah distrik mayoritas Muslim Bangui, kepada Anadolu Agency (AA).
Dia mengatakan tiga kontingen penjaga perdamaian Afrika umumnya bereaksi tegas terhadap serangan massa Kristen terhadap Muslim.
Minggu malam, dua orang Muslim digantung oleh massa Kristen yang marah di Bangui sebelum kontingen Rwanda dari pasukan penjaga perdamaian Afrika MISCA campur tangan untuk menyelamatkan warga Muslim.
“Kami di sini untuk melindungi Muslim dan Kristen,” kata Kolonel Karangwa Jean Paul, komandan kontingen Rwanda MISCA, kepada AA di lokasi kejadian.
“Kami tidak bisa membiarkan pembunuhan terjadi di depan kami.”
Zainab Mahamat, seorang wanita Muslim yang berhasil melarikan diri dari rumahnya di kawasan Miskine Bangui dan sekarang tinggal di sebuah kamp pengungsi dekat bandara, sepakat dengan pernyataan Tijani.
“Jika bukan karena pasukan Burundi, saya akan mati hari ini, bersama dengan keluarga saya,” ungkapnya kepada AA.
Dia mengatakan bahwa pasukan Burundi telah merespon dengan cepat ketika massa Kristen mulai menjarah rumah-rumah Muslim di daerah tersebut.
“Mereka membawa kami keluar dari daerah itu,” kenangnya. “Saya sangat berterima kasih kepada mereka.”
MISCA memiliki hampir 6.000 pasukan penjaga perdamaian di CAR, yang menjadi ajang pertumpahan darah sektarian sejak Maret lalu.
Sedangkan Tijani mengatakan bahwa tentara Prancis biasanya hanya berdiri dan menyaksikan massa Kristen menggantung Muslim dan membakar mayat-mayat mereka.
“Pada beberapa kesempatan, kontingen Prancis, Kongo dan pasukan penjaga perdamaian lainnya hanya berdiri dan menonton – tanpa berusaha untuk membubarkan massa – pada saat Muslim dibunuh oleh massa Kristen,” katanya dengan getir.
Peter Bouckaert, direktur keadaan darurat untuk Human Rights Watch, baru-baru ini menyaksikan pembunuhan dua pria Muslim dan massa kristen memutilasi tubuh mereka dekat bandara Bangui.
“Tentara Prancis berada di sana, hanya duduk dan tidak berusaha menghentikan mutilasi mengerikan ini dari lokasi kejadian,” katanya kepada BBC saat itu.[fq/islampos/anadolu]
Share this article :

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger