Home » » Belajar Ketulusan dari Detective Conan

Belajar Ketulusan dari Detective Conan

Dipublikasikan Oleh Mawardi Ardi pada Senin, 06 Januari 2014 | 04.48

“Kau menyukai hal semacam ini, bukan?” Tanya Shinichi.
Ran tersenyum manis dan mengangguk.
(Captured In Her Eyes)
Belajar tak terikat ruang dan waktu, bukan? Yah, saya yakin semua setuju akan hal ini. Jangan terjebak di sepetak ruang untuk mendapatkan ilmu, apatah lagi ilmu kehidupan. Hal terkecil yang terjadi dalam hidup kita pun sesungguhnya memiliki pelajaran (hikmah) yang menunggu untuk ditemukan.
Nah! Di antara banyaknya tugas yang mulai menumpuk akhir-akhir ini, rasa jenuh mulai menyerang secara terang-terangan. Kalau sudah stuck saya biasa teriak-teriak gak jelas. Hehehe Sebelum sampai stadium akut, biasanya saya merefresh otak dan menenangkan hati. Tentunya, saya punya banyak cara untuk keluar dari rasa jenuh. Mulai dari dengar musik, isi TTS, nge-FB, Nge-Twit, blogwalking, nulis puisi/cerpen, liatin hujan, dan pastinya NONTON! Tiap pribadi saya yakin punya cara sendiri untuk mengatasi rasa bosan, yang mau ikut cara saya, silahkan dicoba.
Bicara tentang NONTON, saya baru saja menamatkan film serial kartun DETECTIVE CONAN. Di Captured In Her Eyes, saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Yaitu, KETULUSAN.
Dalam scene, saat berada di Tropical Land, Shinichi mengajak Ran kesuatu tempat. Ran kebingungan dengan maksud Shinichi mengajak ke tempat itu, karena kelihatannya tak ada yang menarik. Shinichi tersenyum kemudian menghitung mundur, sepuluh…sembilan…delapan…tujuh…enam…lima…empat…tiga…dua…satu: dan keluarlah air di sekeliling mereka hingga hanya ada mereka berdua yang diselimuti pancuran air. Indah sekali. Ran tak tahu bahwa setiap dua jam sekali air mancur itu akan keluar. See, seperti gambar di atas, Ran sangat menyukai ‘persembahan’ Shinichi untuknya dan dia berterima kasih akan itu.
Yah, hal yang dilakukan Shinichi sangatlah sederhana…namun KETULUSANlah yang membuat hal ini begitu istimewa. Mampu menerbitkan senyum Ran juga kita yang melihatnya. Seringkali kita terjebak pada paradigma, sesuatu yang istimewa adalah yang paling mahal harganya, paling bagus, paling dan paling. Apalah arti ‘paling’ jika tak dibarengi dengan KETULUSAN? Bukankah kita sadari, hanya yang dari hatilah yang bisa sampai ke hati. Maka, dengan melakukan hal-hal sederhana, asalkan TULUS, saya rasa itu cukup.
Itulah pelajaran yang saya rekam dari kegiatan NONTON saya yang tidak boleh sia-sia begitu saja. Saya memang mencari nilai di kampus, tapi tak boleh melupakan nilai-nilai kehidupan yang sangat bermanfaat untuk masa depan.
So, mari kita melakukan apapun dengan TULUS untuk orang-orang yang ada di kehidupan kita. Yattta! :)
Maros, 06 Januari 2013.
Catatan : tulisan ini masih menjadi HIGHLIGHT di kompasiana
Share this article :

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger