Home » » Angin Kencang, BBTN BTS Tutup Jalur Pendakian Semeru

Angin Kencang, BBTN BTS Tutup Jalur Pendakian Semeru

Dipublikasikan Oleh Mawardi Ardi pada Selasa, 21 Januari 2014 | 07.39


Warga Malang dan sekitarnya patut waspada, sebab sejak Minggu (19/1) kemarin, Malang dilanda angin kencang. Badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi (Satklim) Karangploso memperkirakan, angin kencang berkecepatan 20-30 kilometer per jam itu berlangsung hingga tiga sampai empat hari ke depan.
Selain itu, angin kencang itu juga bisa menimbulkan badai tropis. ”Warga perlu mewaspadai ancaman longsor dan pohon tumbang,” ujar Kasi Analisa dan Observasi Data BMKG Satklim Karangploso Rahmatullah Aji, Minggu (19/1) kemarin.
Aji memaparkan, angin kencang tersebut disebabkan adanya tekanan rendah dipermukaan laut Jawa pantai selatan. Akibatnya, angin yang biasanya berhembus di atas, turun ke bawah.
Saat dilanda angin kencang, kata Aji, curah hujan rendah. Dengan kata lain, selama tiga sampai empat hari ke depan, Malang tidak diguyur hujan. Atau pun kalau hujan, curahnya rendah. ”Tapi, setelah angin kencang terhenti, biasanya curah hujan tinggi lagi,” kata pria asal Bandung itu.
Menurut Aji, kecepatan angin yang melanda Malang belum ekstrem. Kecepatan angin dianggap ekstrem jika berkecepatan 40 – 60 kilometer per jam. ”Di musim hujan, biasa terjadi angin kencang,” kata dia.
Sebelumnya, dinas pekerjaan umum perumahan dan pengawasan bangunan (DPUPPB) Kota Malang mengungkapkan beberapa kawasan rawan longsor. Di antaranya, pemukiman di sempadan sungai, daerah aliran sungai (DAS) dan lereng perbukitan.
Kabid Perumahan dan Tata Ruang DPUPPB Kota Malang Mohammad Toriq mengimbau agar warga yang bermukim di sempadan sungai, DAS, dan lahan kemiringan agar waspada longsor.
Toriq menyadari kawasan tersebut terlarang, namun dia kesulitan menertibkan permukiman warga lantaran jumlahnya sudah banyak. Dia menyiasati dengan menyediakan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) untuk warga DAS yang bersedia direlokasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang Wasto sudah mengantisipasi ancaman pohon tumbang. Setiap hari, dia menerjunkan timnya untuk memantau di titik-titik rawan. ”Selain terjun ke lapangan, juga ada yang standby di kantor menerima laporan warga,” kata dia.
Untuk meminimalisasi pohon tumbang, kata dia, timnya mengepras pohon yang terlalu rindang. Sedangkan untuk pohon yang cacat, misalnya batangnya terlalu kecil, juga dilakukan pengeprasan guna mengurangi beban saat diterjang angin. ”Pohon yang mati juga kami tebang,” katanya.
Sementara itu, cuaca yang tidak menentu membuat jalur pendakian di Gunung Semeru untuk sementara di tutup. Petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTN BTS) sudah memasang papan pengumuman tersebut di pintu masuk jalur pendakian. Selain di Gunung Semeru, bagi pengunjung Bromo juga diminta waspada angin kencang di kawasan jalur pendakian. Penutupan jalur pendakian tersebut sejak tanggal 6 Januari 2014 lalu. Semua pendaki tidak diperbolehkan naik ke gunung tertinggi di Jawa tersebut. Dilarangnya para pendaki untuk melakukan pendakian karena masalah cuaca.
Di sepanjang jalur pendakian banyak sekali pohon yang besar dan tua. Bahkan pohon-pohon tersebut juga rawan tumbang. Sehingga memiliki risiko yang sangat tinggi. ”Cuacanya ekstrem. Jadi, sementara ditutup,” kata Kabid Wilayah I BBTM BTS, Setyo Utomo SH, MSi. (dan/bb/lia)
Sumber berita  radarmalang.co.id
sumber gambar republika.co.id
Share this article :

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger