Home » » Semakin Tak Terkendali, As-Sisi berlakukan Tahanan Rumah Anggota Kabinetnya yang Ingin Mundur

Semakin Tak Terkendali, As-Sisi berlakukan Tahanan Rumah Anggota Kabinetnya yang Ingin Mundur

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Sabtu, 17 Agustus 2013 | 22.04

Paska pembantaian berdarah massa pro legitimasi di bunderan Rabaa (14/8/13), yang telah menewaskan ribuan jiwa serta puluhan ribu lainnya luka-luka. Situasi keamanan Mesir bukannya menjadi lebih aman, tapi malah semakin menakutkan dan genting. 

Hal ini terlihat dengan banyaknya konsentrasi pasukan keamanan gabungan polisi dan militer di berbagai pelosok kota Cairo. Serta semakin membludaknya konsentrasi massa yang memenuhi berbagai pojok kota, karena marah dengan aksi pembantaian Rabaa tanggal 14/8 lalu oleh aparat keamanan.

Seorang petugas dari Kementerian Kesehatan Mesir, dalam wawancaranya dini hari tadi (17/8) dengan Aljazeera TV, mengatakan. Mereka mendapat tekanan keras dari Kantor Perdana Menteri Mesir, untuk tidak membuka data sebenarnya jumlah korban tewas Kamis lalu di bunderan Rabaa kepada publik. Hal ini menyangkut instruksi khusus dari penguasa negeri itu.

Selanjutnya, imbas dari pengunduran diri Mohamed Albaradei dari posisinya sebagai Wakil Presiden Transisi Mesir. Ternyata memberikan pengaruh yang sangat besar kepada anggota kabinet lainnya. Sehingga membuat kepercayaan diri mereka semakin berkurang dan terbebani, serta ingin mengikuti langkah yang telah diambil oleh Albaradei.

Sialnya, rencana pengunduran diri besar-besaran dari kabinet transisi Mesir tersebut, cepat tercium oleh Jenderal Al Sisi, yang kemudian memerintahkan untuk menempatkan mereka dalam tahanan rumah khusus, untuk mengindari aksi undur diri tersebut. Demikian disampaikan oleh Dr. Mohamed Jawady pengamat politik Mesir dalam wawancaranya dengan TV Aljazeera dini hari tadi (17/8).

Di sisi lain, pergerakan massa pro legitimasi pun semakin tidak terbendung di berbagai propinsi Mesir. Di Cairo sendiri, setelah berjibaku dengan pihak keamanan, akhirnya mereka berhasil menempati bunderan Ramsis yang terletak di jantung kota Cairo serta sangat setrategis. Akibat terjadinya frontal sengit dengan pihak keamanan, maka jatuhnya korban jiwa pun tidak dapat dihindari. Sampai berita ini ditulis, di bunderan Ramsis sendiri telah menyebabkan 103 orang korban tewas serta 2500 orang lainnya luka-luka di pihak massa pro legitimasi.

Sementara itu, akibat perkembangan keamanan yang semakin mengkhawatirkan. Pihak keamanan juga tidak luput untuk memeriksa setiap WNA yang ada di negeri tersebut. Koresponden LKBN Antara Mesir, juga termasuk yang diamankan aparat, syukurnya setelah diinterogasi beberapa jam oleh keamanan setempat, yang bersangkutan dilepas kembali.

Selanjutnya, KBRI Cairo kembali menghimbau seluruh masyarakat Indonesia di Mesir yang jumlahnya sekitar 6000 orang itu, untuk terus berada di rumah masing-masing, serta menghindari kerumunan massa dan tempat-tempat berbahaya lainnya. Dengan terlebih dahulu menyiapkan stok makanan di rumah untuk beberapa hari kedepan.

Sementara masalah yang timbul adalah, sebagian mahasiswa yang telah berkeluarga yang selama ini menggantungkan ekonomi keluarga mereka dari berdagang kecil-kecilan, tidak mampu secara finansial menyetok bahan makanan di rumah mereka untuk beberapa minggu kedepan. Sehingga masalah tersebut perlu menjadi perhatian dari pihak berwenang di Perwakilan RI maupun di tanah air, demi keamanan dan ketentraman masyarakat Indonesia tentunya. [Masykur A. Baddal/Kompasiana]
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger