Home » » Ribuan Massa yang Tergabung dalam Aksi Damai Peduli Mesir Penuhi Jalanan Utama di Kota Malang

Ribuan Massa yang Tergabung dalam Aksi Damai Peduli Mesir Penuhi Jalanan Utama di Kota Malang

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Minggu, 18 Agustus 2013 | 16.36

Malang - Hari ini (18/8/2013), ribuan massa dari berbagai lembaga dan organisasi massa Islam memenuhi jalanan utama di Kota Malang.

Massa yang tergabung dalam Aksi Sosial Peduli Mesir tengah mengadakan aksi damai untuk menunjukkan kepedulian terhadap "Tragedi Pembantaian" yang terjadi di negeri Kinana, Mesir.

Ribuan massa melakukan aksi long march dari Masjid Jami' yang terletak di Aloon-aloon Kota Malang bergerak secara tertib menuju Balai Kota Malang.

Aksi ini diikuti oleh lembaga-lembaga dan organisasi massa yang ada di Malang Raya, seperti: Yayasan Ash-Shohwah, LMI, KAMMI, FSLDK, Yayasan PERMATA, PKPU, PPA DARUL QUR'AN, BSMI, AL HIKMAH dan IKADI serta beberapa organisasi massa lainnya.

Massa bergerak dari Aloon-alon menuju Balai Kota
Dalam aksi tersebut massa berjalan dengan tertib sambil meneriakkan yel-yel "Saatnya Indonesia Selamatkan Mesir" dan Kecaman terhadap Militer Mesir. Tampak pria dewasa, ibu-ibu serta anak-anak juga turut serta dalam aksi ini.

Suasana aksi yang tertib dan kondusif
Selanjutnya, perwakilan dari lembaga dan organisasi massa yang mengikuti aksi ini, silih berganti memberikan orasi dan pernyataannya.

Orasi dari Perwakilan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI)

Mewakili BSMI, Ust. Fajar Nazri menyampaikan tentang begitu dahsyatnya pembantaian yang telah dilakukan oleh rejim Militer Mesir kepada rakyat sipil yang tengah melakukan aksi demo damai menuntut hak-hak demokrasinya.

Ustadz Fajar Nazri saat berikan Orasi
"Kami malu, karena belum bisa berbuat banyak buat rakyat mesir. Padahal peran Mesir begitu penting terhadap sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia", ujar Fajar.

"Kami teringat hadits nabi yang berkaitan dengan kemungkaran: 'Man roa minkum munkaron falyughoyiru biyadihi, fa-inlam yastati' fabilisanihi, fa-inlam yastati' fabiqolbi. Dzaalika adh'aaful iimaan'."

Selanjutnya Fajar menjelaskan bahwa sesungguhnya keimanan ummat Islam itu dibuktikan dengan 3 hal, yakni:
  1. Bagi yang memiliki kekuasan, harus dengan pengaruh kekuasaaannya
  2. Bagi yang tidak memiliki kekuasaan, maka harus dilakukan dengan lisan dan ucapannya
  3. Bagi tidak mampu, maka setidaknya hatinya mengutuk tindakan biadab tersebut dan mendoakan keselamatan dan kesabaran bagi mereka yang mengalami penindasan.
"Kami menghimbau, setidaknya kita bisa membuktikan iman kita dengan doa dan peduli kepada saudara-saudara kita. Mari kita perangi media sosial sekuler yang cenderung manipulatif serta memutar-balikkan fakta atas kejadian yang sesungguhnya dalam pemberitaan tragedi pembantaian ini dan media yang selalu menutup mata atas penderitaan rakyat mesir saat ini"

"Kita bisa berikan opini yang berimbang dengan menyuarakan fakta yang sesungguhnya terjadi, sebagai wujud pembelaan kita kepada rakyat mesir yang sedang dibantai oleh Militer melalui Twitter, Facebook, Website dan Media Sosial lainnya".

Aparat Polisi juga ikut aksi
Orasi dari Perwakilan KAMMI

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dalam orasinya mengatakan: "Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan RI, dan pada saat ini rakyat Mesir sedang dibantai Militer mereka sendiri. Apakah kita hanya diam saja menyaksikan itu semua? Di manakah rasa peduli dan simpati itu?"

Orasi dari perwakilan YDSF

Dalam orasinya Ust. DR. A. Jalauludin, MA menyampaikan bahwa pada saat ini telah terjadi kejahatan yang luar biasa di Mesir. Namun respon masyarakat Mesir dalam menghadapi kejadian ini sungguh menakjubkan.

"Sepertinya Allah telah mengabulkan doa-doa para demonstran yang mendukung Mursi di Mesir, yaitu do'a dan harapan agar mereka kembali kepada Rabb-nya dalam keadaan mati syahid", ujar Jalaludin.

"Jika anda adalah orang yang mendukung demokrasi, maka wajib bagi anda untuk mendukung dikembalikannya pemerintahan Mesir pada pemimpin Mesir yang sah, yang telah dipilih melalui Pemilu yang demokratis", paparnya.

"Kita mengetuk para pejuang syariah dan mereka yang menginginkan ditegakkannya khilafah. Saat ini di Mesir, darah telah ditumpahkan dan kita yakini Syari'ah tidak menghalalkan darah tertumpah secara bathil karena Syariah melindungi darah dan kehormatan"

"Saat ini di Mesir, anak-anak dan perempuan dibantai. Sesungguhnya Syariah sangat melindungi anak-anak dan perempuan. Mana pembelaan kalian kepada mereka? Mana bukti pembelaan syariah kalian?"

"Di negeri-negeri Arab dan Timur Tengah, suara rakyat berbeda dengan suara para pemimpin dan rajanya. Begitu juga di Indonesia, suara pemimpin negara berbeda dengan suara rakyatnya. Rakyat menghendaki Indonesia harus segera mengambil tindakan untuk menghentikan aksi pembantaian di Mesir dan mengecam pembantaian yang terjadi di sana serta berharap dapat memberikan bantuan kepada rakyat Mesir"

Ketua DPD Kabupaten Malang berikan support
"Kita juga mengetuk mereka-mereka yang mengaku para Nasionalis. Mana bukti kepedulian kalian kepada rakyat Mesir yang telah berjasa atas pengakuan kemerdekaan Indonesia. Kita buktikan kepada mereka, bahwa kita adalah Nasionalis sejati dengan menyuarakan Pembukaan UUD 1945 yang mengatakan 'Bahwa penjajahan itu harus dihapuskan di muka bumi".

"Kita ketuk mereka yang masih memiliki hati dan perikemanusiaan, mereka yang memiliki iman, bahwa bumi dijanjikan Allah akan diwariskan kepada orang-orang yang baik (beriman)".

Orasi dari perwakilan FLSDK

"Saat ini bendera kita tegak berkibar tinggi karena sedang merayakan kemerdekaan. Seharusnya saat ini kita kibarkan bendera Merah-Putih itu setengah tiang, sebagai wujud peduli atas penderitaan rakyat Mesir. Karena Mesir merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia. Tanpa mereka, mungkin saat ini kita tidak bisa menikmati kemerdekaan itu".
Panggung orasi dibangun di atas Truk

Orasi dari perwakilan Ikatan Da'i Indonesia (IKADI)

Selanjutnya dari perwakilan IKADI, Ustadz DR. Jamalullail Yunus, SE, MM mengawali orasinya dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat dan ucapan: "Innaalillaahi wa innaa ilaihi raajiun..3x".

Ustadz DR. Jamalullail Yunus saat berikan orasi
"Mereka-mereka yang telah wafat atas tindakan pembantaian Militer Mesir sesungguhnya telah mendapatkan apa yang dicita-citakan yakni menghadap Allah dalam keadaan mati syahid. Dan kini mereka telah bertemu dengan Rabb-nya dalam keadaan tersenyum".

Sebagaimana fakta atas kejadian ini, sebanyak 18.000 orang Militer Mesir yang saat ini menjadi pelaku utama pembantaian sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang telah mendapatkan biaya pendidikan dan berbagai fasilitas istimewa dari Israel untuk sekolah di Amerika. Sehingga pantas saja kalau pada akhirnya mereka membayar hutang budi Amerika dan Israel dengan menuruti kemauan mereka untuk membantai rakyatnya sendiri.

Massa yang begitu antusias menyambut orasi-orasi yang silih berganti tersebut dengan pekikan takbir "Allahu Akbar...!!!"
Massa pekikkan takbir "Allahu Akbar"
Selanjutnya, sebagai akhir dari rangkaian aksi ini - sebelum ditutup dengan do'a, perwakilan lembaga dan ormas yang hadir memberikan Pernyataan Sikap Aksi Sosial Peduli Mesir - Malang Raya:
  1. Mengutuk keras perampasan pemerintahan yang sah oleh Militer Mesir.
  2. Mengutuk keras tindakan represif dan pembunuhan oleh Militer Mesir kepada peserta demonstran
  3. Menyerukan kepada PBB (United Nation) untuk mengusut-tuntas terhadap tindakan kejahatan pembantaian oleh Militer Mesir dan menetapkan Jendral As-Sisi sebagai penjahat kemanusiaan
  4. Menyerukan kepada pemerintah Republik Indonesia untuk berperan aktif dalam upaya penyelesaian krisis Mesir serta menarik duta besar Indonesia di Mesir sebagai bentuk protes atas dicederainya pelaksanaan demokrasi di mesir
  5. Mengajak kepada kaum Muslimin untuk memberikan bantuan materiil dan moril serta memanjatkan do'a dalam Qunut Nazilah di waktu sholat agar ditetapkan kesyahidan, kesabaran, istiqomah dalam perjuangan mereka.
Pentutupan aksi dengan Do'a
Di akhir penutup aksi, Ustadz. DR. Jalaludin, MA memimpin do'a agar Rakyat Mesir diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan dan kesabaran dalam menghadapi penderitaan.

"Semoga Allah S.W.T segera membebaskan mereka dari kekejaman Militer-nya dan memberikan rasa aman bagi seluruh rakyat Mesir. Dan bagi demonstran yang telah meninggal dunia kita do'akan agar mereka diampuni kesalahannya oleh Allah S.W.T. dan semoga mereka digolongkan ke dalam barisan orang-orang yang mati dalam keadaan syahid serta dimasukkan ke dalam surga Allah".

Tak terasa air mata ini jatuh ke bumi mengikuti lantunan do'a-do'a yang dipanjatkan, sementara saat ini kita belum bisa berbuat banyak dalam meringkankan penderitaan rakyat Mesir yang mungkin saja akan berkepanjangan. [amc/pksdau]
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger