Home » » Perjuangan Ikhwanul Muslimin Teruji dan Terbukti, Bukan Sekedar Uji Nyali

Perjuangan Ikhwanul Muslimin Teruji dan Terbukti, Bukan Sekedar Uji Nyali

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Minggu, 04 Agustus 2013 | 06.19

I'tikaf malam 25 Ramadhan, menorehkan kenangan. Perjumpaan dengan jamaah yang kritis itu kembali terulang. Hadirlah dialog berikut: 

"Assalamu'alaikum. Waduh, kangen nih pak Ustadz. Ramadhan ini kita jarang jumpa", ungkapnya ramah. 

"Wa'alaikumussalam. Betul pak. Kesibukan memisahkan fisik kita, namun hati kita tetap bersatu dalam balutan doa..", jawab sang ustadz. 

"Wow ... Masih puitis aja ... he he ... gimana, kabar Mesir dan Ikhwanul Muslimin tadz?", ia bertanya. 

"Alhamdulillah. Mesir dan Ikhwanul Muslimin baik-baik saja. Tiap hari semakin baik, insya Allah ...", jawab sang ustadz kalem. 

"Baik bagaimana, bukannya minggu kemarin ratusan dibunuh dan ribuan luka-luka?", ia bertanya tegang. 

"Ya ... yang dibunuh menemui syahid, yang luka-luka mencerminkan prinsip hidup; menolak berhamba kepada manusia. Bukankah keduanya baik?", sang ustadz balik bertanya. 

"Tapi kok tega ya, para pemimpin Ikhwanul Muslimin membiarkan kadernya dibunuhi. Bukankah lebih bagus mengalah saja?", ungkapnya penasaran. 

"Ooohh ... maaf, tak ada yang membiarkan kadernya dibunuh. Silahkan tanya satu persatu demonstran proMoursi. Bagi mereka, masalahnya bukan masalah berkuasa atau tidak, bukan lagi masalah Moursi atau Ikhwan, tapi masalah hak dasar sebagai manusia. Yaitu menikmati kebebasan. Bangsa Mesir terutama aktivis Islam itu sudah lama ditindas. Hidup mereka diawasi Intel Negara, yang selalu sewenang-wenang menyalahgunakan fungsinya. Setelah menghirup kemerdekaan, rakyat Mesir dari kalangan Islamis apakah rela kembali pada pangkuan junta militer yang represif terhadap Islamis, namun santun terhadap Zionis? Tentu tidak bukan?", terang sang ustadz. 

"Hmmm ..betul juga ya. Tapi mengapa saat Moursi dan IM berkuasa, banyak banget ya kritikan yang ditujukan kepada Moursi dan IM? Mulai dari tuduhan Ikhwanisasi negara, hingga Moursi proIsrael, antisyariat, antihijab, bahkan Moursi dituduh tidak membantu Palestina?", ia bertanya kembali. 

"He he ... Itu mah biasa pak. Bedakan kritikan konstruktif yang dihasilkan dari lab perjuangan di dunia nyata dengan aksi-aksi nyata, dengan kritikan para pengangguran. Mudah saja bukan membedakannya? he he ..", jawab sang ustadz santai. 

"Tapi mengapa Ikhwan dan Moursi yang jadi sorotan ya? Buktinya sekarang tanpa Moursi dan IM, Palestina kembali menjadi penjara rakyat Gaza, Israel pesta pora, bahkan di era Moursi tak ada satu pun liberal yang ditangkap atau media yang ditutup, atau gereja yang dikepung ....mumet tadz ... Mengapa yang dilakukan junta militer-sekuler-liberal-Kristen sepi kritikan ya?", keluhnya. 

"He he ... santai saja pak. Bagi saya, IM dan Moursi menunjukkan kelasnya. Bukan kelas reaksioner ... he he ....", sang ustadz malah bercanda. 

"Maksudnya apa tad? Ora mudeng (gak ngerti)", ia balik bertanya. 

"Ya ... Ikhwan dan Moursi degan kasus kudeta itu semakin matang. Mentalnya mental pemenang bukan pecundang. Daya tahan perjuangannya, memiliki skala hingga akhir zaman bukan seperti pejuang roman picisan. Saya yakin, dari rahim mereka akan lahir pejuang-pejuang militan yang teruji jaman. Lihat saja, di saat orang masih sibuk menentukan amir, rebutan menentukan Ketua Umum, IM malah sudah menyiapkan lapisan generasi muda dari umur 30-40 tahun yang bermental baja dan siap berperan menjadi penguasa atau syuhada...", jawab sang ustadz. 

"Ustaz kok muji-muji IM terus", ia protes. 

"Bukan muji pak. Saya hanya menyampaikan fakta. Dokumen-dokumen perjuangannya sangat mudah didapat. Pemimpinnya jelas track record pribadi hingga perjuangannya. Sikapnya tegas anti penjajahan dan menolak bekerja dengan penjajah. Pengorbanannya lugas mulai dari waktu-ilmu-harta-hingga nyawa. Nah jika yang lain memang ada, silahkan ditampilkan juga, agar semua orang bisa baca. Tidak membeli kucing dalam karung. Jangan sampai promosinya jualannya bagus, tapi barangnya brutus. Cara menjualnya ketus. Bagaimana bisa diterima tulus? he he he .... Kalau tidak ada bukti otentik, ya jangan berdalih perjuangannya Ikhlas. Bilang saja memang perjuangannya bablas ...", jawab sang ustadz. 

"He he .. oh iya ya. Betul banget pak ustadz. Saya baru ngeh kalau perjuangan IM itu mudah ditemukan. Arsip foto-fotonya lengkap. Narasi perjuangannya mudah ditemukan di buku-buku hingga arsip sejarah. Bahkan saksi sejarah sangat ramai membicarakannya. Makasih pak ustadz ... dialog ini sangat bermanfaat, supaya saya tidak mudah tertipu jargon-jargon yang heboh tapi mengecoh, namun tergopoh-gopoh merealisasikannya ... he he ...", ungkapnya. [fb/nandang.burhanudin]

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger