Home » » Penderitaan Rakyat Mesir di Bawah Pemerintah Kudeta

Penderitaan Rakyat Mesir di Bawah Pemerintah Kudeta

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Jumat, 30 Agustus 2013 | 18.38

Rakyat Mesir berebut membeli roti. 
Kairo - Dalam setahun Presiden Mursi memimpin, telah banyak prestasi yang dirasakan rakyat Mesir. Semua prestasi itu diraihnya di tengah gelombang kritikan, demonstrasi, dan upaya menjelek-jelekkan beliau. Selama setahun itu, setidaknya ada 50 kasus menjelek-jelekkan beliau; 13530 kali demonstrasi; 24 kali ajakan demonstrasi besar-besaran.

Di tengah pusaran badai itu, Presiden Mursi bisa menjaga cadangan mata uang asing; memperluas cakupan asuransi kesehatan dan sosial hingga lebih dari 5 juta orang; menghapus pinjaman petani kecil; menurunkan harga sembako; mendatangkan ratusan milyar dana investasi asing.

Kini, pemerintah kudeta bentukan As-Sisi telah menghancurkan semuanya dalam waktu kurang dari 2 bulan. Bahkan sekarang semua orang tahu bahwa kudeta hanyalah mementingkan segelintir orang koruptor yang telah lama hidup dengan uang hasil merampok negara.

Dulu Presiden Mursi berhasil memperkecil jumlah hutang negara, kini pemerintahan Bablawi menambah hutang US$ 176 Milyar. Di masa Presiden Mursi, investasi asing mencapai US$ 181 Milyar, kini berhenti sama sekali, bahkan banyak sekali perusahan asing yang telah tutup. Sektor pariwisata naik 10% di masa Presiden Mursi, kini kebanggaan dan tulang punggung Mesir ini lumpuh.

Di jaman Presiden Mursi, tidak ada pasar gelap penjualan tepung (bahan roti, makanan pokok rakyat Mesir), kualitas roti meningkat, roti diantar ke rumah penduduk, dan tidak ada antrean.

Sekarang pasar gelap tepung mulai ramai sehingga harga tepung melonjak, sudah tidak ada lagi layanan antar ke rumah, sehingga mulailah terlihat antrean panjang berdesak-desakan di depan pabrik roti. Bahkan aksi rebutan roti di Asyuth mengakibatkan 3 orang korban meninggal dunia.

Pemerintah Mursi dulu mengagendakan program swasembada gandum. Hal itu dengan menggalakkan petani menanamnya, dan pemerintah membelinya. Gandum rakyat saat itu sudah terbeli hingga 9 milyar pounds.

Saat ini, penguasa kudeta menghancurkan semua impian swasembada gandum. Belum lama ini, kudeta mengumumkan akan mengimpor gandung besar-besaran dari Ukraina. Padahal semua orang tahu, gandum Ukraina bukanlah untuk konsumsi manusia, tapi untuk pakan binatang ternak.

Berikut perbandingan harga sembako dan buah-buahan; di masa Presiden Mursi dan sekarang.

Di masa Presiden Mursi:
-  1 kg bawang merah: 1 pound
-  1 kg bawang putih: 3 pound
-  1 kg tomat: 1 pound
-  1 kg kentang: 1 pound
-  1 kg timun; 1.5 pound
-  1 kg manga: 5 pound
-  1 kg jambu: 1.5 pound

Di masa kudeta:
-  1 kg bawang merah: 4 pound
-  1 kg bawang putih: 10 pound
-  1 kg tomat: 3 pound
-  1 kg kentang: 6 pound
-  1 kg timun; 5 pound
-  1 kg manga: 15 pound
-  1 kg jambu: 4 pound

---------
Sumber: msa/dkw/egyptwindow
Share this article :

1 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger