Home » » Meski di-Bully dan Disudutkan, ternyata PKS tetap Juara di Kompasiana

Meski di-Bully dan Disudutkan, ternyata PKS tetap Juara di Kompasiana

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Sabtu, 24 Agustus 2013 | 12.31

Tulisan ini merupakan pembayaran atas hutang saya karena berjanji akan menuliskan hasil polling bagi pembaca kompasianadi sini.

Sudah saya tuliskan di sini bahwa polling itu salah satu cara untuk mengetahui elektabilitas suatu partai. Tentu saja polling bukanlah metode yang ilmiah. Artinya pula harus hati-hati memaknai hasil polling itu. Polling dengan responden pembaca kompasiana.

Responden mengisi dengan rentang mulai 02/06/2013 11:46:59 hingga yang terakhir 05/08/2013 2:12:59. Dalam hal ini saya tidak ikut memilih untuk menjaga jarak. Hasil polling saya paparkan secara singkat sebagai berikut:

Tingkat pendidikan Responden

Melihat profil responden memang tidak seperti profil penduduk Indonesia yang mempunyai hak pilih, sehingga polling ini bisa dinyatakan akan bias pendidikan. Artinya parpol dengan anggota/pemilih yang memiliki pendidikan tinggi lebih banyak akan lebih ‘diuntungkan’. Mungkin karena pemilihan media polling adalah kompasiana dan dan responden akan terbatas kepada kompasianer.

Usia Responden
Grafik usia responden
Dari segi usia, secara demografi tidak terlalu jauh berbeda dengan demografi penduduk Indonesia. Artinya polling ini masih cukup bagus dan layak untuk dipakai jika hanya menggunakan faktor usia sebagai faktor penilaian.

Penggunaan Media Sosial/Komunikasi
Grafik penggunaan media sosial
Mayoritas responden menggunakan Face Book. Sedangkan Kompasianer sendiri hanya dalam kisaran 35%, artinya sekitar 65% silent reader! Benar-benar luar biasa, silent reader kompasiana yang antusias dengan politik kira kira-kira dua kali jumlah kompasianer.

Pilihan Partai Sekarang
Grafik Partai pilihan 2014
Partai pilihan kompasianer yang mayoritas adalah PKS dengan mendominasi dalam kisaran 65%. Tidak bisa disimpulkan serta merta bahwa pemilu nanti PKS akan dapat 65%. Jadi kesimpulan dari paparan data diatas ada tiga:

  1. Kesimpulan gegabah: sekitar 65% pembaca kompasiana memilih PKS
  2. Kesimpulan optimis: Pembaca kompasiana yang pemilih PKS cukup besar
  3. Kesimpulan skeptis:  Pembaca kompasiana yang pemilih PKS lebih antusias dalam hal isu politik.

Saya sendiri lebih suka kesimpulan optimis, sedangkan pembaca dipersilakan menyimpulkan sendiri. Bebas ! Yang menarik adalah tidak adanya pemilih Golkar dan Demokrat dari kalangan pembaca kompasiana, mungkin slogan tolak angin berlaku “ Orang pintar tidak pilih …..“

Pemilih pemula

Pemilih pemula (2009 belum punya hak pilih) merupakan salah satu sasaran bagi kampanye, jumlah mereka bisa sampai 20-30% dari total pemilih. Ternyata sikap pemilih pemula sebagian besar menyatakan saat ini belum ada pilihan/belum menentukan pilihan. Jadi masih ada kesempatan bagi partai-partai untuk mendekati mereka. Namun pertanyaanya, akankah efektif kampanye di Kompasiana ?

Efektifkan kampanye di Kompasiana?

Ternyata mayoritas (73,5%) pembaca kompasiana tidak akan merubah pilihan partai. Jadi efektifitas kampanye di Kompasiana bisa dibilang tidak terlalu tinggi. Saya angkat topi kepada golputer yang mengisi polling, ternyata ada juga yang golput ideologi. Golput berdasarkan sebuah prinsip. Dan bisa ditebak mereka konsisten untuk menjadi golput. Apakah slogan sekali golput tetap golput akan terus terpelihara ? mungkin ya bagi golputer ideologi. Sampai kapan ? mungkin sampai suatu ketika ada perubahan yang cukup signifikan entah dalam sistem pemilu, kepartaian atau yang lain. [FajarMuhammadHasan/Kompasiana]
Share this article :

1 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger