Home » , » Lapangan Rabiah al-Adawiyah dan Nahdhah, Kini bagaikan Pintu-pintu Kesyahidan

Lapangan Rabiah al-Adawiyah dan Nahdhah, Kini bagaikan Pintu-pintu Kesyahidan

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Rabu, 14 Agustus 2013 | 20.12

Lapangan Rabiah al-Adawiyah kini menjadi saksi sejarah bagi kader Ikhwanul Muslimin dan rakyat Mesir atas perjuangan mereka untuk mendapatkan kembali hak-haknya yang telah dirampas militer dan kelompok sekularis. Tidak sedikit pengorbanan yang telah dan akan mereka berikan, bahkan nyawa-pun menjadi taruhannya.

Aksi protes damai terhadap kudeta militer dibalas dengan tindakan brutal dan tidak berperikemanusiaan oleh polisi dan militer serta preman-preman bayaran pemerintah. Mesin-mesin pembunuh menderu, memuntahkan peluru-peluru dengan ganasnya memburu para demonstran pro-Mursi dan debu-pun berterbangan pertanda kerasnya pembantaian itu.

Tidak sedikit dari kalangan anak-anak, perempuan dan orang-orang tak berdosa yang menjadi sasaran pembantaian. Para demonstran dengan tanpa rasa takut berdiri tegak menghadang tank-tank tempur dan panser militer yang memburu nyawa mereka. Dan tidak sedikit dari mereka yang telah menemui syahid di lapangan Rabiah al-Adawiyah. Dan surga-pun tidak sabar menanti kedatangan mereka.

Hafshah, Putri Wakil Mursyid IM Syahid

Putri Al-Ustadz Khairat Syatir, Hafshah menemui syahidnya bersama suaminya Dokter Musthafa Hasan. Pengorbanan para qiyadah IM dan seluruh keluarganya, menepis berbagai tuduhan bahwa anak-anak para qiyadah "aman" dan tidak tersentuh tragedi. Hal yang acap dituduhkan selama ini, bahwa IM hanya memanfaatkan kader-kader "anak bawang" dan simpatisan. Sebuah pengorbanan yang tidak akan ditemukan dari para pemimpin partai atau jamaah lainnya.

Kepahlawanan Juru Kamera di Rab'ah

Saksi mata di lapangan Rab'ah bernama Ibrahim 'Atha melaporkan, sejam setelah pembantaian siaran langsung dari Rab'ah terputus. Ternyata, diketahui bahwa juru kamera telah ditembak mati penembak jitu. 

Setelah itu, kamera dipegang kembali oleh kawan juru kamera. Lalu ia menshoot dan mengabadikan pembantaian. Namun tak lama, juru kamera kedua pun roboh menemui syahid dengan tembakan di dada dan di kepala oleh penembak jitu dari helikopter polisi/militer. 

Sungguh saya menyaksikan, antrean panjang para juru kamera untuk menunaikan misi yang sama. Tujuannya meraih kemuliaan sebagai syahid... syahid di jalan Allah. Ladang kesyahidan kini terbuka luas lapangan Rab'ah al-Adawiyah dan An-Nahdhah.

Tragedi ini mirip dengan kisah Perang Uhud, dimana para Sahabat silih berganti berupaya mengangkat bendera panji-panji Islam hingga menemui syahid.

Allaahu Akbar...!!!
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger