Home » » Ketua PBNU Juga Mengutuk Pembantaian di Mesir dan Serukan Do'a Qunut Nazilah

Ketua PBNU Juga Mengutuk Pembantaian di Mesir dan Serukan Do'a Qunut Nazilah

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Jumat, 16 Agustus 2013 | 08.53

Organisasi dan tokoh-tokoh NU yang sering kali memberikan toleransi yang luas kepada perbedaan dalam keragaman keyakinan, tentu harus hati-hati menanggapi tragedi pembantaian di Mesir. Sehingga perannya yang sangat moderat di tengah konflik antar keyakinan bisa dijaga dengan baik. Sehingga pernyataan dari ketua PBNU sangat dinantikan banyak pihak.

Ternyata Said Agil sebagai ketua PBNU mewajibkan kita memberi dukungan secara kemanusiaan terhadap tragedi pembantaian massal terhadap warga sipil oleh militer Mesir. Bahkan beliau menekankan tidak cukup hanya sebatas keprihatinan. Umat islam di seluruh dunia perlu melakukan suatu langkah konkret dalam berkontribusi sampai masalah ini tuntas. Demikian beliau sampaikan kepada Republika, Kamis (15/8).

Lebih jauh beliau menghimbau agar umat islam membaca qunut nazilah disetiap shalat fardhu, bahkan di dalam khutbah Jum’at. Doa untuk Mesir dibacakan dalam doa khutbah kedua. Beliau meyakinkan imbauan ini sudah dilaksanakan dan disosialisasikan oleh para da’i di seluruh Indonesia.

Beliau juga berharap agar umat islam terutama ormas-ormas Islam berperan aktif dan menjadi pelopor terdepan dalam menyuarakan solidaritas kemanusiaan bagi Mesir. Ormas-ormas islam juga harus aktif mendesak pemerintah agar menyatakan sikap. Indonesia sebagai negara dengan umat islam terbesar di dunia harus menampakkan perannya bagi Mesir.

Ada 3 hal yang menonjol dalam tragedi kemanusiaan di Mesir menurut Said Agil Siradj. Pertama, kemanusiaan; dimana apa yang mereka (militer Mesir) lakukan telah mencedersai nilai-nilai kemanusiaan. Kedua, anti kudeta; jika militer terus berjalan berarti membiarkan kudeta terus merusak tatanan demokrasi dan kedamaian. Ketiga, demokratisasi; Said Agil menegaskan umat Islam harus mendukung Mursi yang dipilih secara sah dan demokratis.

Hubungan militer dan rakyat di negara Mesir merupakan sejarah perseteruan panjang yang harus diakhiri dengan kenyataan pahit dengan pembantaian seperti ini. Karena kekejaman militer Mesir selama ini memang harus ditunjukkan dengan tragedi kemanusiaan seperti ini. Buat rakyat Mesir menjemput kematian dengan kelicikan militer Mesir adalah jawaban atas tuntasnya harapan mereka tentang kemerdekaan dari tekanan pemerintah militeristik selama ini.

Tentu saja kesamaan sikap dari berbagai organisasi islam yang sejauh ini seringkali berbeda, memberikan ketakutan tersendiri bagi parpol-parpol di negeri ini yang lebih nasionalis-sekuler. Hal itu terang-terang ditunjukkan oleh beberapa kader Demokrat dan PDIP. Sehingga muncullah nada nyinyir untuk membonsai tragedi besar pembantaian masal rakyat Mesir oleh militernya sendiri, hanya sebagai konflik partainya IM dengan lawan politiknya. Bahkan ada yang menuduh PKS akan memanfaatkan momen ini untuk menaikkan citra partai.

Maka, mari kita lepaskan kerangkeng dan sekat-sekat itu. Ini adalah tragedi kemanusiaan yang teramat dahsyat. Kejadian ditempat lain yang jumlah korbannya lebih sedikit dan parsial banyak dikecam dunia. Apalagi ini yang dilakukan dengan kekuatan sebuah militer yang berhadapan dengan rakyat sipil tanpa senjata dan dilakukan dengan licik dan manipulatif. Sungguh menyakitkan bila ini dianggap hanya sebagai strategi politik.

Apakah kita tidak bisa berempati tentang rakyat sebuah bangsa yang ingin melepaskan diri dari pemerintahan militeristik yang sudah berlangsung lama. Sehingga mereka rela mempertaruhkan nyawanya agar negeri dan bangsa mereka bahkan segenap dunia ini terbebas dari penjajahan sebuah kekuatan yang membuat mereka menderita atas pincangnya keadilan global. [andri 24id/kompasiana]
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger