Home » » Hari ini Jum'at (16/8/2013), Ratusan Ribu Kaum Muslimin Galang Aksi Peduli Mesir di berbagai Kota Besar

Hari ini Jum'at (16/8/2013), Ratusan Ribu Kaum Muslimin Galang Aksi Peduli Mesir di berbagai Kota Besar

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Jumat, 16 Agustus 2013 | 17.53

Tragedi berdarah di bumi Mesir dengan dibantainya Demonstran yang menuntut dikembalikannya hak-hak Presiden Mursi menyulut kemarahan dan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat, khususnya kaum Muslimin di seantero dunia, termasuk di Indonesia hari ini, Jum'at (16/8/2013)

Berbagai elemen masyarakat bergabung dan bersatu padu untuk menunjukkan protes mereka atas kekejaman Militer Mesir kepada rakyat-nya.

Tak ayal, tragedi berdarah di bumi Mesir menjadi pemicu kepedulian sesama manusia di seantero dunia. Semoga pengorbanan rakyat Mesir menjadi washilah terjadinya Ukhuwah Islamiyah yang selama ini tercabik-cabik oleh kekuatan luar.

Berikut aksi Peduli Mesir yang terekam media di berbagai belahan kota besar di Indonesia.

Aksi Peduli Mesir di Jakarta
Aksi Peduli Mesir di Jakarta

Sebanyak 100 ribu massa Umat Islam Jakarta menggelar Aksi peduli kemanusiaan yang digelar sebagai bentuk keprihatinan terhadap pembantaian yang terjadi di Mesir.

Aksi yang di pelopori oleh Word Islamic Society for Democracy and Humanity (WISDOMS) bersama dengan Ormas Islam, LSM dan tokoh-tokoh Nasional dipusatkan di Masjid Istiqlal Jakarta untuk kemudian bergerak menuju Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Sejak siang hari massa peserta aksi mulai berdatangan ke Masjid Terbesar di Indonesia tersebut guna mengikuti aksi yang di perkirakan akan diikuti oleh ribuan orang dari Jakarta dan sekitarnya. Dan menjelang waktu pelaksanaan shalat jum’at nampak peserta aksi semakin membludak memenuhi ruang utama Masjid Istiqlal.

Pada pelaksanaan shalat Jum’at tadi, juga dilaksanakan pembacaan Qunut Nazilah dan shalat gaib bagi korban pembantaian di Mesir sebagai bentuk solidaritas dan keprihatinan sesama muslim. Saat ini massa mulai bergerak dari pelataran Masjid Istiqlal menuju Kedutaan Besar Amerika Serikat sebagai titik pusat pelaksanaan aksi pada hari ini.

Nampak berbagai atribut terbuat dari spanduk, kertas dan beberapa media lainnya yang berisi pesan dan kecaman meramaikan aksi tersebut.

Aksi Peduli Mesir di Bandung
Aksi Peduli Mesir di Bandung

Selepas Shalat Jum'at, ribuan massa dari berbagai sudut kota Bandung melakukan aksi kemanusiaan Peduli Mesir.

Aksi  dimulai dari PUSDAI Bandung dan longmarch menuju Gedung Sate Bandung tersebut, diisi oleh orasi dari beberapa tokoh diantaranya Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat), Ust. Hilmi Aminudin, Lc,  Ust. Wildan, dan tokoh lainnya.

Aher dalam orasinya menyebutkan Bahwa Tragedi Mesir adalah Tragedi kemanusiaan, seharusnya kepedulian terhadap mesir tidak dibatasi oleh wilayah, agama dan bangsa. Pelanggaran terhadap HAM dimanapun harus segera dihentikan. Apalagi secara historis, Mesirlah yang pertama kali mengakui kemerdekaan RI. Bahkan ketika Belanda mendompleng sekutu untuk kembali menjajah Indonesia, Mesirlah yang melakukan upaya menghalangi kapal-kapal yang mengangkut perbekalan tentara Belanda.

Ustadz Hilmi saat berikan orasi di Bandung
Dalam Orasi yang lain Ust. Hilmi menegaskan bahwa setelah perjanjian Camp. David tahun 1979, Pemerintah AS memberikan bantuan untuk 550 orang perwira Mesir pertahun untuk dididik di AS. Selama 30 tahun, jumlah perwira yang dididik di AS mencaai ribuan, dan mereka inilah yang dengan tega membantai bangsanya sendiri karena hutang budi pada AS.

Lewat aksi ini, Dunia harus melihat, bahwa Seluruh bangsa di dunia mengutuk aksi yang dilakukan militer Mesir. Berbagai elemen massa aksi (Gema Keadilan, Gema Pertiwi, KAMMI Jabar, Nurul Fikri, IKADI Bandung dan KPJ Bandung) menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:
  1. Mengecam dan mengutuk aksi pembantaian oleh rezim kudeta militer terhadap massa demonstrasi damai pro demokrasi.
  2. Menuntut pengembalian legitimasi rakyat terhadap Presiden terpilih Mohammad Morsi
  3. Mendesak As Sisi, Adly Manshour, Hazem Beblawi dan Baradei di seret ke mahkamah Internasional atas tuduhan kejahatan kemanusiaan
  4. Mendesak Presiden SBY untuk secepatnya memberikan pernyataan sikap mengecam aksi pembantaian Mesir dan berperan aktif dalam proses perdamaian.
  5. Mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kepedulian kepada saudara di Mesir terutama pada saat perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-68.

Aksi Peduli Mesir di Yogyakarta

Titik Nol Jogja Malioboro, Jumat 16/8/2013
Masyarakat Yogyakarta menggelar Aksi Solidaritas dari massa yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Yogyakarta Untuk Kemanusiaan ini dilaksanakan dengan berjalan kaki dari gedung DPRD DIY hingga Perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta.

“Amanat UUD’45 untuk menjaga ketertiban dunia. Mesir merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia maka bangsa ini kini juga harus membantu Mesir yang tengah dilanda krisis,” kata Tami mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) salah seorang peserta aksi.

Masa meminta Pesiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk ilut berperan aktif dalam menciptakan kedamaian di Mesir. Selain itu massa juga meminta kepada segenap masyarakat untuk turut medoakan agar konflik di negara penghasil minyak tersebut dapat segera berakhir.

Dalam aksi damai ini peserta aksi juga membagikan selebaran yang berisi alasan mengapa Indonesia harus peduli terhadap Mesir. Aksi ini akan dilanjutkan pada malam hari pukul 19.00 WIB dengan cara berjalan kaki dengan rute yang sama dari Gedung DPRD  DIY hingga Perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta.

Aksi Peduli Mesir di Semarang
Aksi Peduli Mesir di Simpang Lima

Di Semarang, ribuan massa yang tergabung dalam Jaringan Pemuda remaja Masjid Indonesia (JPRMI) Wilayah Jawa Tengah menggelar aksi turun ke jalan, bertempat di Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah. 

Dalam tuntutannya, JPRMI Jateng menyatakan bahwa kudeta Mesir yang dilakuka oleh militer terhadap pemerintahan yang sah adalah sebuah kejahatan politik. “Oleh karena itu kami mengecam keras kudeta militer di Mesir dan meminta untuk segera menghentikan serta memberikan kepada pemerintah yang sah, presiden Muhammad Mursi,” terang Amir Darmanto, SH, koordinator lapangan aksi JPRMI Jateng dalam orasinya.

Dikatakan Amir, Pihak militer Mesir telah secara sengaja menembak kelompok masyarakat yang melakukan demonstrasi damai di kepala, dada atau perut menggunakan peluru tajam. “Kondisi di Mesir sekarang adalah konflik politik. Sebagai sebuah negara demokratis, Mesir harusnya mengedapankan nilai demokrasi dalam menyelesaikan konflik politik melalui pemilu dan mekanisme politik lain,” tandasnya.

JPRMI Jateng juga menyinggung bahwa Indoensia juga berhutang budi kepada Mesir, mengingat bahwa Mesir adalah sahabat Indonesia yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia dan menyediakan dukungan penuh pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan. “beberapa waktu lalu bahkan Presiden Mursi menyerahkan bantuan saat Indonesia terkena musibah Tsunami di Aceh,” jelas Amir.

Dalam pernyataan sikapnya, JPRMI mendesak pemerintah Indonesia untuk tidak tinggal diam menyikapi tragedi kemanusiaan Mesir ini. “Kami, JPRMI Jateng meminta kepada Pemerintah, DPR RI dan PBB untuk mengambil sikap tegas dan menekan Pihak Militer Mesir untuk segera menghentikan aksi kekerasan berdarah terhadap warga Mesir,”tegas Amir.

Selain aksi dari para tokoh JPRMI Jateng, aksi JPRMI Jateng yang kompak mengenakan pakaian putih – putih tersebut juga diikuti dengan agenda lainnya, yakni longmarch mengelilingi Simpang Lima, Nasyid Haroki dan teatrikal tragedi pembantaian di Mesir.

Teatrikal aksi JPRMI Jateng tersebut menggambarkan kekejaman rezim militer pimpinan Jenderal As-Siisi, tampak pendukung Mursi yang sedang melakukan Sholat berjamaah tiba – tiba ditembaki oleh sekelompok pasukan militer Mesir. Aksi turun ke jalan JPRMI jateng ini sendiri berjalan aman dan damai.

Aksi Peduli Mesir di Surabaya
Aksi Peduli Mesir di Surabaya

Ribuan massa yang mengatas namakan diri dari Surabaya Solidarity For Egypht (SSE) menggelar aksi damai di depan DPRD Surabaya mengutuk pembantaian oleh militer dan polisi di Mesir.

Massa menuntut untuk pemerintahan Indonesia mengambil tindakan nyata menyikapi tragedi yang terjadi di Mesir.

Ahmad Jilul Koordinator aksi mengatakan ini adalah bentuk solidaritas rakyat Surabaya kepada rakyat mesir.

"Pembunuhan 6 ribu rakyat dan melukai lebih dari10 ribu orang adalah kejahatan menurut norma apapun, ini adalah bencana besar kemanusiaan," kata Ahmad kepada wartawan, Jumat (16/8/2013).

Aksi yang dimulai pukul 12.30 cukup menyita pengguna jalan di depan Gedung DPRD Surabaya. Puluhan Anggota dari Polrestabes Surabaya disiagakan, agar tidak terjadi rusuh dan kemacetan lalu lintas. Mengingat ratusan massa berada dipinggir jalan, di luar Gedung DPRD.

Dalam aksi tersebut dilakukan treatikal bagaimana bengisnya militer Mesir membantai ribuan rakyat.

Aksi Peduli Mesir ini diikuti oleh berbagai elemen seperti FSLDK, KAMMI, JPRMI, ILE, Ikadi, dan lainnya membubarkan diri sekitar pukul 14.45 WIB, setelah sebelumnya melakukan doa bersama untuk keselamatan rakyat mesir.

Aksi Peduli Mesir di Palembang


Aksi Peduli Mesir di Palembang
Aliansi Solidaritas Masyarakat Peduli Mesir (Save Egypt) Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas  menggelar aksi penggalangan dana terhadap tragedi berdarah yang terjadi di Mesir. Aksi damai tersebut dilakukan dengan mengumpulkan kepedulian dari pengguna jalan di Simpang RCA Kota Lubuklinggau.

"Kami ingin menunjukkan solidaritas, dan Indonesia, terhadap tragedi berdarah tersebut, karena faktanya Mesir adalah negara pertama yang mengakui kedaulatan Republik Indonesia pada tahun 1945 lalu," ungkap Koordinator Aksi,  Ridu Novriansyah.

Aksi Solidaritas Peduli Mesir ini juga digelar di berbagai Kota Besar di Indonesia, seperti di Makassar, Medan, Padang dan beberapa kota lainnya.

[dikutip dari berbagai sumber]
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger