Home » » Walikota Depok hadang PT Andika yang Akan gusur Sekolah Master

Walikota Depok hadang PT Andika yang Akan gusur Sekolah Master

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Selasa, 30 Juli 2013 | 13.00

Kontroversi isu penggusuran Sekolah Master Depok, disebutkan sudah berada di titik temu. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) telah berdialog dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, bersama pihak Sekolah Masjid Terminal (Master), dengan audiensi dilakukan di ruang Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail.

Dalam suasana dialog yang diwarnai rasa haru dan tangis pengurus Sekolah Master, Nur Mahmudi menegaskan bahwa dirinya sudah berbicara kembali dengan investor PT Andika yang akan membangun terminal terpadu tersebut, serta menawarkan sejumlah opsi. Dalam hal ini, Sekolah Master tak berkehendak lahannya diambil 100 meter lebih untuk pembangunan. Sementara, kelas-kelas yang berdiri di lahan terminal akan dibongkar, ditata kembali, dan dibangunkan oleh investor menjadi bangunan lebih baik.

“Pemerintah berikan ruang untuk berdialog kepada BEM UI, Master, dan kepada investor. Seandainya Master tak mau merelakan yang 100 meter itu, apakah investor mau redesain? Saya sudah meminta mereka mendesain ulang, dan mereka (investor) mau melakukannya. Saya berikan ruang kepada Master. Saya menghargai. Master tentukan sikap, siap berdiri sejajar, siap menyesuaikan

Desain yang sedang dikelola dalam penataan, apakah (terkait) estetika. Intinya tidak akan ada penggusuran,” kata Nur Mahmudi, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (25/7).

Nur Mahmudi menambahkan, ia menghargai keberanian dan kesiapan Sekolah Master untuk tetap mandiri dan sejajar dengan pembangunan yang dilakukan investor. Dia pun memastikan bahwa tak akan ada penggusuran, sementara pihak investor akan melakukan desain gambar site plan ulang. Bagi mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, Sekolah Master telah menjadi mitra Pemerintah Kota Depok sejak tahun 1996. Master menurutnya telah banyak membantu program pemerintah dalam program wajib belajar, di mana anak jalanan dan terlantar bisa mengenyam pendidikan yang sulit mereka dapat.

Sementara itu, pengurus Sekolah Master, Mustami mengatakan, pihaknya mempersilakan pembangunan tetap berlangsung, asalkan Sekolah Master tidak digusur dan tetap sejajar.

“Izinkan kami menata Depok dengan nilai-nilai kemandirian. Kami berterima kasih kepada Pemkot Depok yang telah meberikan izin untuk SMP dan SMA terbuka. Kita juga enggak mau Master bersekolah dengan kelas kontainer terus. Dulu dari bilik, lalu kami sudah ubah jadi kontainer. Silakan pengembang bikin bangunan, nanti kita akan sesuaikan, kita akan samakan. Kita sama Pemkot Depok enggak ada masalah, karena kami mitra,” tegas Mustami. (SuaraNews)
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger