Home » » Uni Eropa Desak Militer Mesir Bebaskan Mursi dan Hentikan Kekerasan

Uni Eropa Desak Militer Mesir Bebaskan Mursi dan Hentikan Kekerasan

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Minggu, 28 Juli 2013 | 04.18

BRUSSEL -  Uni Eropa Sabtu menyesalkan hilangnya nyawa di Mesir dan mengikuti perkembangan di sana dengan keprihatinan puluhan orang pendukung Presiden Muhammad Mursi tewas diserang pemerintah sementara yang didukung militer dan polisi.

Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton mengatakan pemerintah harus memastikan transisi cepat ke kekuasaan sipil dan mengulangi tuntutan bahwa para tahanan politik, termasuk Presiden Mohamed Moursi yang digulingkan oleh tentara pada 3 Juli harus dibebaskan.

Seorang juru bicara mengatakan Ashton "sangat menyesalkan hilangnya nyawa" setelah adanya laporan-laporan bahwa puluhan atau lebih pendukung Moursi ditembak mati di ibu kota Mesir Sabtu pagi.

Ashton meminta semua pihak untuk menghindari kekerasan, menekankan bahwa "satu-satunya solusi adalah langkah cepat untuk proses transformasi inklusif ".

Dia menambahkan bahwa "semua kelompok politik", termasuk Ikhwanul Muslimin harus dilibatkan.

Di samping itu Menteri Luar Negeri Inggris William Hague pada Sabtu juga mengutuk penggunaan kekerasan terhadap pengunjuk rasa dalam bentrokan mematikan di Kairo dan menuduh pasukan keamanan Mesir menggunakan peluru tajam.

Hague juga meminta pemerintah Mesir membebaskan atau menuntut semua pemimpin politik, yang ditahan sejak tentara mengkudeta Presiden Muhammad Mursi pada 3 Juli. Morsi masih ditahan.

"Saya sangat prihatin dengan peristiwa baru-baru ini di Mesir, dan mengutuk penggunaan kekerasan terhadap demonstran yang telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa," kata Hague dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri.

"Saya menyeru pemerintah Mesir untuk menghormati hak berunjuk rasa secara damai, untuk menghentikan penggunaan kekerasan terhadap demonstran, dan meminta pihak yang bertanggung jawab ditahan," kata Hague.

Kepala polisi Mesir pada Sabtu membantah bahwa pasukan keamanan telah menggunakan peluru tajam terhadap demonstran.

Hague menyerukan "semua pihak untuk menahan diri dari melakukan aksi kekerasan" dan mengatakan jika saat ini adalah "waktu untuk dialog, bukan konfrontasi."

"Saya juga menyerukan kepada pemerintah Mesir untuk melepaskan pemimpin politik yang ditahan setelah peristiwa 3 Juli atau menuntut mereka sesuai dengan hukum. Tuntutan tersebut harus bebas dari kecurigaan bahwa itu bermotif politik," kata Hague. (ROL)
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger