Home » » Sebuah Prosa Bebas: Mesir, Tarawih Akbar Nan Menggetarkan Jiwa

Sebuah Prosa Bebas: Mesir, Tarawih Akbar Nan Menggetarkan Jiwa

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Rabu, 10 Juli 2013 | 11.18

Kairo, Mesir - Peristiwa kudeta terhadap ustadz Muhammad Moursy al Hafidz, presiden Mesir yang sah oleh kalangan sekularis-militer dan didukung sebagian kecil muslim ambigu. Berhasil mempersatukan puluhan juta rakyat Mesir dalam gerakan dukungan kepada ustadz Moursy

Mereka berkumpul ditempat-tempat strategis kota Kairo, menggalang ukhuwah di sana, menjalin silaturrahim, meningkatkan ibadah, dan mengokohkan aqidah dengan cara berjamaah.

Terus terang, hati saya bergetar ketika membaca berita-berita tentang ratusan ribu bahkan mungkin jutaan rakyat Mesir yang mendukung kembalinya ustadz Moursy menjadi presiden melaksanakan shalat Tarawih.


Betapa khusyunya, betapa syahdunya, betapa heningnya, betapa tenangnya, betapa dekatnya, betapa indahnya. Walaupun, berada ditengah-tengah ancaman peluru dan mesiu.


Teror itu sontak tenggelam dalam lautan kalam Ilahi, takbir menggema sedemikian besarnya, menggentarkan para musuh, melumerkan hati orang-orang yang di dadanya masih memiliki secuil keimanan sekalipun, jiwa mereka bergetar melakukan mi'raj maknawi kepada Allah Azza wa Jalla.


Mereka menyemut, mengisi setiap celah yang ada di lapangan besar itu, Rabiah al Adawiyah, hingga tak ada satu titikpun kecuali di sana ada seorang muslim yang menegakkan shalat Tarawih, sampai ke gang-gang paling sempit sekalipun

Itulah karunia Allah terbesar, apakah kita lalai untuk turut mengambil pelajaran?

_____________
*http://hdgumilang.blogspot.com/2013/07/sebuah-prosa-bebas-mesir-tarawih-nan.html
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger