Home » » Politisi PPP dan Hanura Laporkan ICW ke Polisi

Politisi PPP dan Hanura Laporkan ICW ke Polisi

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Selasa, 02 Juli 2013 | 13.25

JAKARTA - Langkah Indonesia Corruption Watch (ICW) melansir puluhan nama politisi yang dinilai tidak pro pada pemberantasan korupsi berujung di ranah hukum. Dua nama yang menjadi korban daftar hitam ICW mengadukan ke kepolisian.

Politisi Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP) Ahcmad Yani beserta rekannya sesama anggota Komisi III DPR RI Syarifuddin Sudding dari Partai Hanura, melaporkan ICW ke Bareskrim Polri Senin (1/7). Kedua politisi ini melaporkan ICW dengan dugaan adanya tindak pidana penghinaan, pencemaran nama baik, dan membuat keterangan palsu.

Segala dugaan ini disematkan kepada ICW atas tindakan mereka yang dinilai tak memuat indikator kompeten dalam pemuatan nama keduanya sebagai politisi pro korupsi. “Tindakan mereka sangat merugikan kami, dengan memprovokasi agar tidak lagi memilih kami dalam pemilu yang akan datang,” ujar Yani di depan Gedung Bareskrim Polri Jakarta Selatan Senin (1/7).

Yani mengaku terkejut namanya ada dalam lansiran ICW yang dipublikasikan pada Jumat, pekan lalu. Dia merasa justru selalu berusaha memerangi korupsi, dengan bukti selalu terlibat segala upaya negara dalam mengungkap sejumlah kasus besar korupsi di Indonesia, seperti kasus Bailout Century.

Selain itu, dari lansiran yang ia baca, Yani berujar, tak menemukan alasan kuat apa pun dari ICW dalam mencatut namanya dalam daftar tersebut. Menurutnya, data yang ICW gunakan jauh dari tepat apalagi akurat, bahkan dia menuding peneliti ICW Donald Fariz dan kawan-kawannya telah berbuat gegabah. “Kami dituduh tidak mendukung pemberantasan korupsi hanya karena akan mengubah RUU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)? Apakah itu sepadan. UU-nya saja tidak jadi diubah kok,” ujar dia.

Yani mengaku, akibat pemberitaan ICW mengenai daftar caleg bermasalah, keluarganya mendapat intimidasi dari pihak lain. Rasa malu atas tudingan tanpa sebab inilah, kata dia, yang mendorongnya bersama dengan Syarifuddin melaporkan ICW ke kepolisian.

Senada dengan Yani, Syarifuddin merasa lansiran ICW itu tidak ada yang benar. Menurutnya, ICW telah melukai hati dan harga dirinya lantaran ICW yang turut mencantumkan namanya di daftar politisi yang tak mendukung pemberantasan korupsi. “Saya melaporkan karena saya sama sekali tidak merasa berbuat hal yang tak mendukung pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Syarifuddin menegaskan, atas dasar itulah ia dan Yani mengambil langkah tegas dengan mengadukan ICW ke polisi. Menurutnya, sikap ini diambil untuk membuktikan seperti apa bentuk pertanggungjawaban ICW atas lansiran data tersebut.


__________
*http://www.republika.co.id/berita/koran/news-update/13/07/02/mp9pas-politisi-laporkan-icw-ke-polisi
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger