Home » » Mursi Dikudeta Militer, Amerika Galau, Saudi Ucapkan Selamat, Suriah Senang, Turki Mengecam, Bagaimana Indonesia?

Mursi Dikudeta Militer, Amerika Galau, Saudi Ucapkan Selamat, Suriah Senang, Turki Mengecam, Bagaimana Indonesia?

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Jumat, 05 Juli 2013 | 11.03

Berita kudeta militer atas kepemimpinan Presiden Mursi menjadi topik utama berita politik internasional. Sebuah akhir yang tragis bagi Mursi, presiden Mesir yang pertama terpilih secara demokratis. Kudeta ini hanya sebuah awal. Akhir kerusuhan politik masih belum bisa diprediksi, karena Mursi sendiri tidak menyerah, dan mengecam langkah militer yang disebut sebagai kudeta yang tidak bisa diterima.

Dalam pernyataannya, Mursi menyiratkan bahwa dia masih kepala negara negara dan komandan tertinggi angkatan bersenjata. Dia bahkan menyerukan rakyat Mesir untuk tidak menghiraukan kudeta tersebut. “Saya meminta seluruh masyarakat sipil dan militer mematuhi konstitusi dan hukum, dan tidak merespon kudeta ini, yang membuat Mesir semakin mengalami kemunduran,” kata Mursi seraya menyerukan perdamaian dan menghindari pertumpahan darah.

Hal yang sama disampaikan oleh Ikhwanul Muslimin dalam situsnya. Mereka mengatakan, “langkah militer ini adalah konspirasi atas legitimasi, kudeta militer yang menafikan aspirasi yang populer dan mengembalikan Mesir ke sistem despotisme.”

Bagaimana respon dunia internasional atas kudeta militer di Mesir tersebut? Ini yang menarik. Dan yang paling menarik ditunggu adalah bagaimana sikap Amerika. Ternyata Amerika dilanda kegalauan menyikapi perkembangan Mesir terkini. Pemerintah Amerika harus segera menentukan apakah aksi penggulingan Mohammed Mursi oleh militer Mesir dapat dianggap aksi kudeta atau tidak. Pertanyaan ini menjadi penting karena AS melarang pemberian bantuan kepada pemerintah asing hasil kudeta terhadap pemimpin yang terpilih secara demokratis. Sementara di sisi lain, Mesir selama ini merupakan salah satu sekutu terkuat bagi negeri Paman Sam di wilayah jazirah Arab. Kegalauan pemerintah AS tercermin dari pernyataan Presiden Obama yang mengaku sangat prihatin dengan aksi militer Mesir. Namun, ia tidak menyebutnya sebagai suatu kudeta ataupun meminta agar Mursi dikembalikan ke kursinya.

Sementara itu, Arab Saudi justru memberikan respon yang mengejutkan. Tanpa menunggu waktu yang lama, Raja Arab Saudi Abdullah segera mengirimkan ucapan selamat kepada pemimpin baru Mesir yang ditunjuk sementara menyusul tergulingnya Presiden Mohamed Morsi oleh militer. Disebutkan bahwa penunjukan Adly Mansour sebagai pemimpin sementara Mesir dilakukan di saat kritis dalam sejarah negeri itu. Raja Abdullah juga memberikan pujian kepada militer Mesir dan pemimpinnya Jenderal Abdel Fattah al-Sisi karena menggunakan “kebijaksanaan” dalam membantu menyelesaikan krisis ini dan menghindari “konsekuensi yang tak terbayangkan”.

Lalu bagaimana dengan Suriah? Ternyata Presiden Suriah Bashar al-Assad sangat senang dengan berita tersebut, dan menyanjung keberhasilan rakyat Mesir menjungkalkan “politik Islam” di negeri itu sementara dia masih memerangi gempuran oposisi di Suriah. “Apa yang terjadi di Mesir adalah kejatuhan apa yang kita kenal sebagai Islam politis,” kata Assad dalam wawancaranya dengan harian pemerintah Ath Thawra. Seperti diketahui, Suriah dan Ikhwanul muslimin memang memiliki kebencian sejak lama. Sejak 1980-an, Ikhwanul Muslimin adalah organisasi terlarang di Suriah. Bahkan siapapun yang ketahuan menjadi anggotanya akan dijatuhi hukuman.

Respon yang bertolak belakang dari Arab Saudi dan Suriah ditunjukkan oleh Turki, yang mengecam kudeta militer di Mesir. Pemerintah Turki mengatakan bahwa intervensi militer Mesir yang menyebabkan tergulingnya Muhammad Mursi dari jabatannya tidak merefleksikan keinginan rakyat dan menyerukan agar Mesir kembali ke demokrasi. Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa di Mesir, yang baru saja mengalami beratnya menghadapi protes warga, memiliki hubungan yang relatif baik dengan Muhammad Mursi dan Ikhwanul Muslimin.

“Pergantian kekuasaan di Mesir bukan merupakan keinginan rakyat. Pergantian kekuasaan di Mesir tidak sesuai dengan demokrasi dan undang-undang,” kata Wakil PM Turki, Bekir Bozdag di Ankara. “Di semua negara demokratis, satu-satunya jalan menuju kekuasaan adalah lewat pemilihan umum,” tambah Bozdag. Bozdag menambahkan, bagi yang mempercayai demokrasi seharusnya menentang perubahan kekuasaan yang terjadi di Mesir.

Nah, bagaimana pula dengan sikap Indonesia sendiri. Peristiwa kudeta militer ini belum disikapi secara resmi oleh pemerintah Indonesia. Namun presiden SBY melalui akun twitternya menyatakan bahwa, “Peristiwa ini kejutkan dunia,termasuk Indonesia. Kita berharap transisi demokrasi di Mesir, bisa berlangsung baik dan damai.” Dalam tweet selanjutnya, SBY menyatakan, “Kepada Kedubes Nurfaizi saya instruksikan, jika situasi polsoskam memburuk, jaga keamanan KBI dan seluruh WNI, termasuk para mahasiswa kita.”

Sementara itu Menlu RI Marty Natalegawa memberikan sikap resmi pemerintah Indonesia sehubungan dengan kudeta militer di Mesir yang terjadi. “Pemerintah Indonesia sangat prihatin menyaksikan perkembangan di Mesir,” ujar Menlu RI dalam rilisnya hari ini. Menurut Menlu, selama ini Pemerintah Indonesia telah mengharapkan agar proses transisi demokrasi di Mesir dapat berjalan dengan baik, tertib dan damai. “Kiranya situasi di Mesir dapat segera pulih dan proses demokratisasi sesuai keinginan dan harapan bangsa dan rakyat Mesir akan terus bergulir,” kata Menlu.

Seperti biasa, pemerintah Indonesia selalu bersikap sangat hati-hati dan cenderung kurang greget, dalam menyikapi perkembangan politik internasional. Mesir memang sebuah negeri yang jauh dari Indonesia. Tapi dari tinjauan sejarah, Mesir adalah negara yang sangat dekat dengan Indonesia. Atas desakan Ikhwanul Muslimin, negara Mesir menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia, setelah dijajah oleh Belanda.

Terkait mengambangnya sikap pemerintah Indonesia, saya tidak tahu, apakah ini merupakan cerminan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, atau bebas dan pasif …

_________________
By: Farid Wadjdji (Kompasianer)
*http://politik.kompasiana.com/2013/07/05/mursi-terguling-amerika-galau-saudi-ucapkan-selamat-suriah-senang-turki-mengecam-bagaimana-indonesia-574488.html
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger