Home » » Krisis Politik Mesir: Konspirasi Parsial Untuk Pelemahan Militer Mesir?

Krisis Politik Mesir: Konspirasi Parsial Untuk Pelemahan Militer Mesir?

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Jumat, 19 Juli 2013 | 13.13

Oleh: Muhammad Nurdin (Kompasianer)

Jenderal Aldul Fattah Al Sisi tidak menyangka sebelumnya jika kudeta militer yang dilakukannya terhadap Presiden Muhaammad Mursi akan mengalami kemandegan seperti ini, karena dia sudah persiapkan secara matang dengan dukungan kelompok oposisi dan An Nor,sayap politik Salafis dia akan menang tipis jika FJP tidak memboikot pemilu  itu.

Jenderal Abdel Fattah El Sisi yang diangkat oleh Presiden Muhammad Mursi sebelumnya untuk menggantikan Marsekal Muhammad Husein Thantawi, yang dicopot dari jabatannya karena kecolongan hingga 16 serdadu  Mesir  di Sinai utara tewas oleh gerombolan bersenjata. Startegi diatur sedemikian rupa bersama Jaksa Agung, Mahkamah Agung yang masih terutang budi kepada rejim Husni Mubarak tidak menyukai konsep islami pemerintah Mursi.

Dalam konteks inilah kemudian Jenderal Abdel Fattah Al Sisi menggulingkan  presiden Muhammad Mursi dengan harapan akan segera mendapatkan dukungan internasional, terutama AS dan sekutunya yang memang kurang senang kepada Ikhwanul Muslimin dan pemerintahan Mursi yang hendak membatalkan perjanjian damai Israel-Mesir  tahun 1979. Selain itu juga  pemerintahan yang didominasi oleh Ikhwanul Muslimin sangat anti Zionis Israel dan pro Hamas ,dan  celah ini merupakan langkah Mursi yang sangat di benci AS dan sekutunya.

Selain masalah itu juga  krisis  ekonomi  merupakan pemicu lainnya,serta penolakan mundur Muhammad Mursi dijadikan “casus belli” sebagai pembenaran untuk menggulingkan Presiden Mesir,Muhammad Mursi. Akan tetapi Jenderal Abdel Fattah Al Sisi tidak memperkirakan sama sekali bahwa AS, EU dan PBB tidak mendukung aksi junta tersebut. Sikap AS mengingatkan Mesir supaya segera menyerahkan kekuasaan kepada sipil. Begitu juga EU dan PBB, bahkan lebih  tegas dari sikap

Memang  kelihatannya dari sikap William Burn AS  masih  menunggu siap  ke depannya yang  akan menjadi pemerintahan di Mesir, namun William Burn dalam kujungannya ke Mesir tidak bertemu dengan tokoh FJP atau Ikhwanul Muslimin, partai kedua terbesar dalam pemilu  tokoh. Wakil Menlu AS, William Burn hanya bertemu dengan para pejabat pemerintahan sementara.Namun demikian EU medesak pihak militer supaya melepaskan  Muhammad Mursi dan juga elite politik FJP lainnya. Catharina Ashten dalam kunjungannya ke Mesir tidak hanaya bertemu dengan pejabat rejim bentukan junta, tetapi juga menemui elite FJP dan Ikhwanul Muslimin.

Mengamati sikap AS, EU dan Turki, Afrika (OAU) juga mendesak junta menyerahkan kekuasaan kepada sipil dan harus mengikut sertakan Ikhwanul Muslimin dalam proses demokratisasi Mesir sama dengan desakan AS, EU, PBB dan sebagainya. Bagaimanapun dibenci Ikhwanul Muslimin oleh kelompok Liberal sekuler tapi fakta merekalah yang dominan di Mesir, sehingga AS, EU, PBB sekalipun tidak bisa mengabaikannya.

Jenderal Abdel Fattah Al Sisi belum nyaman meskipun sudah terbentuk  kabinet  transisi pimpinan Presiden sementara  Aldy Mansour dan Wakil Presiden sementara Muhammad El Barady. PM.Hazem Al Bablawi akan menuai badai bersama jajarannya, karena  penolakan Ikhwanul Muslimin semakin keras sehingga sejauh ini sudah 99 orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka. Junta Militer kononnya sebelum melancarkan kudeta terhadap Mursi  mengirim informasi  rahasia kepada Israel, sebagaimana Israel lakukan sebelumnya kepada Husni Mubarak ketika menyernag Gaza tahun 2010, sehingga Mesir kala itu menutup rapat perbatasannya di Rafah.

Pemberitahuan dulu  kepada Israel sebelum menggulingkan kekuasaan  Presiden Muhammad Mursi memang merupakan perjanjian tukar-menukar informasi rahasia Mesir-Israel yang ditandatangani Anwar Sadat, apalagi ketika Kepala Intelejen Mesir masih di jabat oleh Umar Sulaiman. Presiden Muhammad Mursi kemungkinan besar akan berkuasa kembali sekiranya  proses demokrasi berlangsung jurdil, karena Mesir sejak lama didominasi oleh Ikhwanul Muslim. Lalu bagaimana jika hal itu  memang kedepan terjadi? AS, EU sudah memperkirakan itu semua.

________________
Sumber: Kompasiana
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger