Home » » Keluarga Mursi Berencana Gugat Militer yang Telah Menculik Presiden Sah Mesir

Keluarga Mursi Berencana Gugat Militer yang Telah Menculik Presiden Sah Mesir

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Selasa, 23 Juli 2013 | 03.54

Shaimaa Muhammad Mursi, anak perempuan Presiden Mesir Muhammad Mursi berbicara pada sidang akhbar, sambil diperhatikan oleh Osama, anak lelaki Dr. Mursi, di Kaherah pada Senin (22/7/2013).

Keluarga Mursi akan mengambil tindakan undang-undang terhadap pimpinan tentara Mesir, Jendral Abdul Fattah As Sisi, karena 'menculik' presiden Islam, kata Shaimaa. Keluarga presiden terguling Mesir, Muhammad Mursi, berencana menggugat Angkatan Darat Mesir yang dituduh menculik presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis itu.

Mursi ditahan di sebuah fasilitas militer yang dirahasiakan sejak tentara menggulingkannya pada 3 Juli lalu. Tentara juga membekukan undang-undang dasar menyusul unjuk rasa besar-besaran menentang pemerintahan Mursi.

"Tak ada dasar hukum apa pun untuk menahan seseorang yang tidak dituduh melakukan kejahatan dengan alasan demi keselamatannya," kata putra Muhammad Mursi, Osama Mursi, dalam jumpa pers pertama sejak kejatuhan ayahnya.

Osama mengatakan, keluarga Mursi akan mengambil langkah hukum baik di Mesir maupun di level internasional melawan Jenderal Abdel Fattah al-Sisi, panglima angkatan bersenjata yang memainkan peranan penting dalam penggulingan Mursi. Osama menambahkan, keluarganya belum bertemu Mursi sejak penggulingannya dan belum mendengar kabar apa pun terkait kondisi kesehatan Mursi.

Sementara itu, Ikhwanul Muslimin yang menuduh militer melakukan kudeta dan menolak rencana pemerintah baru Mesir mengubah konstitusi. Ikhwanul bersikukuh konstitusi yang dirancang oleh parlemen yang didominasi politisi Ikhwanul Muslimin itu sudah diterima rakyat meski ditolak kelompok liberal dan Kristen Koptik.

Kritik atas penahanan Muhammad Mursi juga datang dari organisasi pemantau HAM, Human Right Watch (HRW).

"Penahanan Mursi dan para pembantunya ilegal," kata Direktur HRW Mesir, Heba Morayef.

Di bawah hukum internasional, tambah Heba, waktu maksimal seseorang ditahan tanpa tuduhan adalah 48 jam.

______________
Sumber: Reuters
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger