Home » » Kelompok Islam Phobia dan PKS Phobia Terus Menerus Mengkasus-Hukumkan PKS

Kelompok Islam Phobia dan PKS Phobia Terus Menerus Mengkasus-Hukumkan PKS

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Kamis, 25 Juli 2013 | 20.18

Untuk kesekian kalinya MK menolak gugatan dari 6 kandidat walikota Bandung atas kemenangan pasangan yang diusung oleh PKS. Setelah dalam setiap rangkaian pilkada yang dimenangkan PKS selalu berujung di MK. Ini artikelnya.

Ini membuat pikiran miring melahirkan opini; apakah memang PKS menjadi target oleh pihak tertentu untuk dikriminalisasi terus. Padahal kemenangan RIDO itu mencapai 45% atas pertarungan 8 kandidat. Bisa dibayangkan yang lain hanya mendapatkan prosentase jauh dibawah kemenangan telak atau kemenangan mutlak pasangan RIDO.

Bukan hanya itu, pasangan RIDO ini bukan petahana yang mungkin berbuat curang dengan mengandalkan kendaraan pemerintah. Jadi potensi melakukan kecurangan dan merubah kemenangan sudah sedemikian kecil. Namun yang mengherankan, kandidat lain tetap menyerang melalui jalur ini, bahkan 6 kandidat langsung.

Sehingga melahirkan dugaan, memang ada yang ingin sekedar membuat imej PKS selalu negatif. Terserah kasusnya ada atau tidak.

Maka, ini yang bisa kita tarik mundur kepada kasus LHI, percobaan kasus Aher, dan yang terakhir percobaan kasus di Menkominfo. Semua terus digulirkan kasus hukumnya atau berita medianya, yang penting masyarakat selalu disuguhi oleh berita PKS yang nyerempet-nyerempet hukum. Sehingga nanti tinggal digosok, dengan alibi; tidak mungkin ada api kalau tidak ada sekam.

Penyebaran berita buruk PKS ini begitu masiv dan dilakukan sistematis serta terus menerus. Sampai kemudian survei selalu menyebutkan PKS tidak boleh 3 besar. Hanya untuk itu saja. Coba rasakan bagaimana kencengnya media merebakkan dunia seputar kasus LHI, padahal sidangnya gak jelas sama sekali. Bahkan sekarang setelah angka 3 besar itu tidak ada, maka berhenti pula warkopisasi PKS. Tinggal dikipas-kipas saja sesuka pedagang sate… te sate…

Hanya yang banyak dilupakan adalah, masyarakat punya filter. Bahwa informasi boleh merebak negatif atau positif. Tapi masyarakat secara individu akan terus menggunakan filternya. Sehingga mereka tetap akan menyaring konten dari berita yang tersebar.

Justru yang mahal adalah merebaknya berita. Dibandingkan konten berita, maka lebih bermanfaat daya merebaknya sebuah berita. Toh baik dan buruk bisa diklarifikasi. Benar dan salah bisa terbukti. Pokoknya segala sesuatunya yang semula baik akan tetap baik pada waktunya.

Dan khusus untuk kader PKS dan yang satu frekwensi, kejadian seperti ini pernah terjadi pada Rasulullah saw. Ketika semua cara menjatuh beliau sudah tidak ada lagi, maka diseranglah dengan menyebar berita buruk ke berbagai pelosok. Hasilnya, ternyata hanya menyebarkan kebaikan yang sejatinya dibawa oleh beliau. (Kompasiana/Andri 24id)
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger