Home » » Kasus LHI, Budayawan Ridwan Saidi: "Pengadilan Palsu"

Kasus LHI, Budayawan Ridwan Saidi: "Pengadilan Palsu"

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Rabu, 10 Juli 2013 | 10.07

Budayawan yang sangat kritis dan keras dalam setiap acara ILC di TV-One bersama Karni Ilyas, Ridwan Saidi sampai merasa menyebut kasus LHI sebagai pengadilan palsu. Menurutnya dakwaan yang kesatu, kasus hukum yang diolah adalah aksi sepihak AF. Sementara LHI belum menerima dan belum melakukan apapun.

Yang kedua, beliau juga menyayangkan penyitaan 15 M harta milik LHI yang tidak jelas dasarnya. Menurutnya dari lemahnya kasus ini, kita bisa menilai bagaimana kasus ini menjadi sebuah pengadilan palsu, seperti yang pernah terjadi dalam sebuah sejarah.

Beliau juga kemudian menasehati kita semua sebagai publik; jangan dulu menilai para politikus sebagai penjahat. Dan disaat yang sama para politikus harus siap dengan resiko seorang politikus. Yang bisa saja berada di posisi terhormat sekali dan kemudian berada pada posisi teramat hina.

Dengan kebingungan beliau terhadap kasus LHI ini beliau merasa perlu menantang orang-orang PKS untuk menemukan apa motif KPK, ‘begini-beginian…”

Hal menarik terakhir yang beliau sampaikan adalah opininya terhadap pembelaan para kader PAN, terhadap ketuanya yang merangkap jabatan sebagai Menko Ekuin, termasuk pembelaan orang staf menkonya sendiri; menko ekuin itu seperti MC untuk mengumpulkan kepentingan para menteri untuk mengatur urusan sepenting impor yang menyangkut hajat orang banyak. Bahkan beliau menutup dengan kelakar, kita undang saja EO untuk mengkonsolidasi menteri-menteri.

__________
*http://politik.kompasiana.com/2013/07/09/kasus-lhi-pengadilan-palsu-572300.html
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger