Home » » Rakyat Mesir Marah, Jutaan Pemrotes Tuntut Mursi Kembali

Rakyat Mesir Marah, Jutaan Pemrotes Tuntut Mursi Kembali

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Jumat, 05 Juli 2013 | 21.09

Suasana terkini hasil tanyangan TV Al Jazeera. Di mana Tharir Square tampat pemerotes pro Kudeta telah kosong melompong. Sementara Rab-ah Square dipenuhi jutaan pemerotes. (foto: aljazeera.net)
Baru saja tanggal 3 Juli 2013, militer Mesir bersama Al Azhar, Coptik Mesir serta beberapa gerakan pemuda dan kelompok sekularis liberalis Mesir bernapas lega, karena telah berhasil menurunkan Presiden Mursi hasil pilihan rakyat Mesir pertama secara demokratis dalam sejarah negeri itu. Namun kini harus terpana melihat gelombang pemerotes yang jumlahnya mencapai jutaan manusia menyebar di seluruh Propinsi Mesir, setelah menunaikan sholat Jum'at hari ini. Di mana mereka mengutuk atas terjadinya kudeta militer di negeri itu, dan meminta Presiden Mursi untuk segera kembali ke posisinya sebagai Presiden yang Sah negeri Cleopatra tersebut.
Menteri Suplai Mesir Dr. Basem Ouda, memimpin salah satu
kelompok pemerotes pro legitimasi Presiden Mursi.
Paska peralihan kekuasaan dari Presiden Mursi ke genggaman militer, sebelum diserahkan kepada Presiden Transisi Mesir Adly Mansour. Suasana kota-kota Mesir dan sekitarnya memang agak terasa tegang, berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Beberapa cenel televisi yang sebelumnya aktif menyiarkan informasi tentang Islam begitu juga informasi sekitar aktifitas Ikhwanul Muslimin di negeri kinanah tersebut, langsung dibredel malam itu juga oleh penguasa militer. Belum lagi penangkapan ratusan aktifis Islam lainnya, dengan tuduhan beragam dan terasa mengada-ada.
Ratusan ribu lainnya menyebar di berbagai kota Mesir.
Peristiwa pembredelan dan penangkapan besar-besaran tersebut, membuat sebagian besar rakyat Mesir panik dan galau. Seolah mereka masih hidup di era tahun 80an dan 90an yang sangat kental dengan arogansi militer dan aktifitas intelejen keamanan. Sebab pihak keamanan bisa bebas saja menangkap siapa saja yang tidak sejalan dengan pemerintah, tanpa adanya proses hukum pendahuluan.

Reaksi cepat militer dan pendukungnya, seolah membangunkan rakyat Mesir kembali dari mimpinya. Menganggap saat ini belum terlalu terlambat untuk bereaksi guna mengembalikan demokrasi di negeri tersebut. Sementara beberapa daerah seperti Matrouh yang berbatasan langsung dengan Libya, menurut informasi media setempat sudah berada dibawah kendali kelompok yang menuntut Presiden Mursi  kembali. Begitu juga wilayah Sinai Utara, mereka sudah siap dengan gerakan bersenjatanya serta mengumumkan kemerdekaan wilayah tersebut, jika penguasa militer tidak bergeming untuk mengembalikan Mursi ke pucuk pimpinan negeri itu.

Sayangnya,  penayangan semua aksi-aksi lapangan tersebut via televisi, telah diblokir total oleh penguasa militer. Sehingga penduduk di belahan dunia lainnya sulit untuk memantau kejadian real di lapangan. Kecuali melalui beberapa saluran tv satelit khusus atau lewat siaran tv aljazeera yang secara sembunyi-bunyi menyiarkan kejadian real di lapangan.

Protes dari jutaan rakyat Mesir saat ini, sekaligus menunjukkan bahwa Mursi masih tetap dekat di hati rakyatnya. Rakyat Mesir masih trauma untuk kembali ke era rezim Mubarak yang tirani. Namun provokasi yang dihadapi di lingkungan sekitarnya membuat rakyat Mesir galau dalam menentukan pilihan, sehingga terombang ambing tidak jelas harus menuju kemana.

Semoga rakyat Mesir dapat dengan segera mendapatkan jalan yang terbaik dalam menyelesaikan krisis internal negeri mereka. Serta hidup rukun dan damai kembali.

_______________
Oleh: Masykur  A. Baddal
*http://politik.kompasiana.com/2013/07/05/rakyat-mesir-marah-jutaan-pemerotes-tuntut-mursi-kembali-574407.html
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger