Home » » Amerika Memaksakan Hukum dan Demokrasi Sepihak di Mesir

Amerika Memaksakan Hukum dan Demokrasi Sepihak di Mesir

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Rabu, 17 Juli 2013 | 04.22

Pemaksaan suatu hukum terhadap suatu negara melalui berbagai cara memang sering dilakukan oleh negara-negara yang sudah mapan di bidang Ekonomi. Hal ini terlihat apa yang sedang dan yang sudah terjadi di di belahan dunia manapun.

Dahulu, pemaksaan hukum sebelum adanya Liga Bangsa-Bangsa (sekarang Perserikatan Bangsa-Bangsa) pemaksaan hukum dilakukan dengan cara melakukan penjajahan. Akan tetapi setelah adanya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pemaksaan hukum dilakukan lebih lunak melalui berbagai program Ekonomi. Program tersebut ilah melalui bantuan ekonomi dengan berbagai alasan yaitu demi pemajuan kesejahteraan, pendidikan dan demokrasi.

Seiring dengan perkembangan zaman, ternyata pemaksaan hukum tidak lagi dilakukan dengan bantuan ekonomi, tetapi dengan dukungan politik untuk mendukung salah satu calon (agen) agar hukum suatu negara yang akan di-tranplantasikan berhasil. Namun demikian, ternyata dukungan politik tersebut untuk memkasakan suatu hukum kedalam suatu negara tidak jarang dan berujung pada pertikaian dan yang lebih tragis ialah melalui intervensi militer.

Amerika dengan segala cara telah berhasil melakukan pemaksaan hukumnya di Timur Tengah, yaitu di Irak, Afganistan dan Libia. Terakhir dan yang sedang berjalan ialah Suriah Dan Mesir. Di Mesir, Amerika berhasil melakukan pemaksaan hukumnya dengan berbagai cara, dimulai dari berbagai pembentukan opini, penghentian sementara bantuan dan terakhir secara politik agar Mubarak turun dari Jabatannya. Hasilnya ialah Mubarak berhasil “dipukul” mundur dari Jabatan sebagai Presiden melalui tangan rakyat Mesir sendiri.

Ternyata, keinginan Amerika untuk memaksakan hukumnya di Mesir melalui pemelihan Presiden secara langsung dengan terpilihnya Mursi sebagai Presiden Mesir, ternyata Amerika tidak dapat memaksakan hukumnya. Amerika menginginkan agar Mursi segera mungkin mengadopsi hukum-hukum modern seperti hukum Amerika. Akan tetapi Mursi tidak menghendaki. Inilah yang membuat Amerika Berang. Salah satu hukum yang ditolak oleh Mursi yaitu meliberalisasi hukum ekonomi terkait dengan sistem perbankan dan perindustrian. Sekali lagi, Amerika melalui tangan Militer Mesir berhasil memaksa Mursi dimundurkan dari Jabatannya sebagai Presiden Mesir.

Tentu tidak ada makan siang yang gratis, Amerika dengan segala macam dukungannya baik dibidang Ekonomi dan Politik tetap ingin dan berusaha memaksakan hukumnya berlaku disuatu negara.

Pemaksaan hukum Amerika di Mesir bukan saja untuk menyatukan hukum diseluruh di Dunia, akan tetapi lebih dari itu, Amerika ingin menjadi negara satu-satunya di Dunia yang dapat mengontrol hukum di negara manapun melalui hukum nasional. Jika tidak mau, bersiaplah suatu negara akan “dikacaukan” Amerika melalui isu-isu Ekonomi, Sosial, Agama dan Demokrasi.

_______________
Oleh: Muhammad Nurul Huda
Sumber: Hukum.Kompasiana
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger