Home » » Takdir PKS dan Si Bawang Putih

Takdir PKS dan Si Bawang Putih

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Rabu, 19 Juni 2013 | 15.22

Oleh: Sunita Yani (Kompasianer)

Lagi apes. Alias kurang beruntung.Itu mungkin kata yang tepat memposisikan PKS saat ini, bila di lihat dari sudut pandang kacamata minus. Apa yang dilakukan PKS seolah-olah menjadi selalu salah. Coba saja lihat badai bencana terus berhamburan menerjang partai ini. Ujung-ujungnya adalah citra buruk rupa yang tersematkan di wajah PKS.

Sejak mencuatnya kasus impor daging sapi yang dituduhkan kepada LHI, maka badai sepertinya belum juga berhenti. Berbagai media memberitakan kasus itu dengan hangar bingar. Berita-berita seputar keterlibatan para wanita dekat dengan AF menjadi bumbu penyedap, dan menggiring opini seolah PKS partai yang penuh skandal wanita. Meskipun AF sendiri sudah menyangkal dirinya bukan orang PKS, namun lekatnya AF dan wanitanya dalam kasus ini seakan memang ingin menempelkan citra bahwa AF adalah identik dengan PKS. Ini adalah apes PKS yang pertama.

Benturan secara ideologis juga di hadapi PKS ketika bertiup kembali isu-isu ketika menjelang pemilu setiap tahunya.Memasuki tahun politik isu WAHABI kembali di populerkan oleh berbagai pihak. Entah itu oleh sesama umat dan partai islam ataupun oleh yang lainya. Pemahaman terhadap Ahlussunah wal jamaah yang di yakini oleh seluruh kader PKS dianggap bukan ahlussunah wal jamaah gaya Indonesia. Ketika anis matta tahlilan dan ziarah kemakam ulama, dituduh Cuma sekedar karena ingin mencari simpati dari umat islam Indonesia. Ketika mereka bekunjung ke pesantren juga di anggap demikian. Sekedar mencari dukungan. Inilah kurang  beruntung yang kedua bagi PKS.

Kenaikan Harga BBM juga menyebabkan isu pecah kongsi PKS dengan SETGAB yang di pimpin oleh pak SBY. Penolakan kenaikan BBM dengan alasan yang logis oleh PKS dianggap sandiwara oleh para politikus lainya. Berita pun berisi seakan-akan PKS memanfaatkan ini untuk menaikan elektabilitas partainya. Ditambah pula dengan anggapan bahwa PKS mengkhianati setgab, tidak konsisten, tidak etis dan lain sebagainya. Pemasangan spanduk tolak kenaikan BBM oleh PKSpun dinilai hanya akal-akalan, bahkan ada yang di tulisi munafik. Pengamat politik  juga berkicau sekarang PKS sudah tamat dan karena tidak bisa di percaya. Inipun tidak menguntungkan buat PKS.

Apa yang di lakukan PKS menjadi serba - dinilai salah - , tidak di percaya, dianggap tidak tulus. Seperti dalam  cerita si BAWANG PUTIH DAN BAWANG MERAH bersama   ibu tirinya . Semua yang di kerjakan salah. Karena kedengkian yang bersemayam dalam hati si ibu tiri dan bawang merah maka si bawang putih jadi bulan-bulanan. Luapan kebencian dan aniyaya, ini semua karena si bawang putih makhluk lemah. Tidak memiliki pelindung, pembela atau kekuatan maksimal untuk membela diri dan menangkis setiap serangan.

Si bawang putih yang baik hati dan penurut dan tidak pernah neko-neko makin di kuyo-kuyo (di perdaya dan dianiaya) meminjam istilah Tutut suharto. Meskipun sudah kerja keras masih dianggap belum bekerja apa-apa. Para tetangga juga ikut-ikutan membencinya karena “informasi pelintiran” yang di sebarkan oleh si bawang merah dan ibunya.  Si bawang putih tidak, jujur, pemalas, suka mencuri, berbohong dan lain sebagainya. Sebagian besar tetangga percaya dan menelan mentah-mentah gossip yang di sebarkan kedua orang itu. Tampilan bawang merah dan ibu tiri memang lebih oke segala-galanya. Beda dengan si bawang putih yang jauh dari galamour, kesanya seperti pembantu. Mana ada yang mau percaya, kecuali yang masih bisa berpikir sehat dan berhati mulia.

Beda sekali dengan si bawang merah, meskipun kerja cuma sedikit dan banyak menghabiskan waktu untuk bermain justru dia dianggap yang paling berjasa. Rumah bersih dan rapih adalah hasil jerih payah bawang merah. Begitu laporan si ibu tiri pada bapak mereka saat pulang kerja atau saat si bapak di rumah. Bapakpun tidak bisa berbuat apa-apa karena sudah di pengaruhi oleh bawang merah dan ibu tiri. Service dahsyat ibu tiri kepada bapak membuat si bapak lupa sama nasib anak kandungnya. Kesempatan ini benar-benar di manfaatkan si bawang merah yang pandai mengambil hati. Hidupnya semakin nyaman dan dimanja. Bahkan sebentar lagi akan di jodohkan dengan pangeran dari istana. Begitulah beritanya.

Sudah di gelar sayembara dan di umumkan ke mancanagari, bahwa pangeran sedang mencari pendamping untuk memimpin negri. Diam-diam setiap gadis bermimpi, munginkah dirinya yang akan di boyong pangeran ke istana. Mimpi bawang merah dan bawang putih hampir sama, tinggal menunggu nasib saja. Akhirya memang bawang putih duduk di singgasana karena keluhuran budi dan ketulusan cintanya. Apakah takdir  PKS juga akan sama dengan nasib si bawang putih. Tunggu saja akhir cerita. Manusia berencana dan berusaha  namun takdir tuhan jua yang menentukan.

DISETIAP MUSIBAH TERKANDUNG HIKMAH. Itu petuah orang bijaksana di kampung saya.

*****
Sumber: http://politik.kompasiana.com/2013/06/19/takdir-pks-dan-si-bawang-putih--566489.html
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger