Home » » Strategi Politik Jitu Ala PKS Serang Partai Demokrat Langsung Menusuk Jantung

Strategi Politik Jitu Ala PKS Serang Partai Demokrat Langsung Menusuk Jantung

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Rabu, 19 Juni 2013 | 07.24

Pertandingan antar partai politik (parpol) untuk pemanasan Pemilu 2014 sudah dimulai. Itu bunyi kalimat dalam twitter mantan Menteri Riset dan Teknologi, AS Hikam baru-baru ini. PKS melakukan serangan langsung menusuk jantung pertahanan Partai Demokrat, dengan mem-fait accompli Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam urusan memecat atau memertahankan tiga menterinya.

Inilah serangan cepat (blietzkrieg) ala total football-nya Der Panzer Jerman di era Franz Beckenbauer. Melalui serangan ini, Partai Demokrat mau tak mau dibuat dilematis.

Jika memecat maka risikonya PKS akan berbalik mengatakan dirinya dizalimi dan disingkirkan dari Kabinet. Jika tidak dipecat, maka Partai Demokrat ibarat "bebek letoy" dan Pemerintah pun tidak mungkin bekerja optimal dengan tiga menteri yang loyalitasnya tidak jelas.

AS Hikam pun menulis, seandainya Partai Demokrat adalah kesebelasan Italia, maka  ia akan memakai jurus "mbulet" alias cattenaccio untuk menjerat lawannya agar  'mati kutu.' Sayangnya, cattenaccio memerlukan barisan belakang yang solid dan pemain yang tidak ragu-ragu. “Dan inilah yang tak dimiliki squad besutan Pak SBY itu,” katanya.

Poros halang Partai Demokrat justru pemain yang ragu, tidak tegas, dan suka mengulur waktu. Tak heran bila squad PKS kini sudah mulai tampak mendikte Partai Demokrat agar mengikuti irama permainannya. “Dan hasilnya ya itu tadi. Tak peduli tiga menterinya dipecat atau tidak, PKS-lah yang tampaknya sedang di atas angin melawan Partai Demokrat,” tulis dia.

Tiga menteri PKS sudah diberi kartu kuning. Dalam beberapa pertemuan, Presiden SBY tidak mengundang mereka. PKS tidak peduli, karena dalam fatsun politik mereka, ketiga menteri itu sudah dihibahkan ke negara. Mau diapakan oleh SBY, terserah dia.

Menyelesaikan masalah PKS mudah saja yakni butuh ketegasan seorang Presiden. Tetapi itu tidak pernah terjadi. Presiden malah ngambek, tidak mengundang tiga menteri atau PKS dalam rapat kabinet atau Setgab Partai Koalisi. Partai Demokrat pun tidak mampu memberi masukan ke Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono untuk memecat PKS dari koalisi.

Anehnya, Partai Demokrat malah menyuruh PKS mengundurkan diri atau keluar sendiri dari koalisi. Lho? PKS dengan enteng menjawab, mereka diajak berkoalisi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, bukan oleh Partai Demokrat. Karena itu, Partai Demokrat tidak punya kewajiban memaksa PKS keluar dari koalisi. Harus Berani.

Direktur Lembaga Kajian dan Survei Nusantara (LAKSNU), Gugus Joko Waskito mengatakan, Presiden Yudhoyono harus berani mengeluarkan PKS dari koalisi partai pendukung pemerintah.

"SBY harusnya tidak ragu lagi mengeluarkan PKS dari koalisi pemerintah," kata Gugus kepada Antara di Jakarta, Jumat (14/6). (SuaraNews)
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger