Home » » Mayoritas Rakyat Indonesia Menolak Kenaikan Harga BBM

Mayoritas Rakyat Indonesia Menolak Kenaikan Harga BBM

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Selasa, 04 Juni 2013 | 08.26

Jakarta - Lembaga Survei Nasional (LSN), merilis hasil survei mengenai rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Dari survey itu tergambar sebanyak 86,1 persen responden menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Sementara itu, hanya 12,4 persen yang mengaku setuju dengan kebijakan pemerintah itu, dan sisanya sebayak 1,5 responden menyatakan tidak tahu.

“Menurut temuan LSN, mayoritas mutlak dari masyarakat berpendidikan dan berpenghasilan rendah menolak kenaikan harga BBM. Mereka khawatir kenaikan itu mempersulit ekonomi rumah tangga mereka,” ujar Peneliti LSN, Gema Nusantara di Jakarta, Minggu (2/6/2013). Sebagaimana yang telah dilansir oleh Koran Kompas.

Para responden yang menyetujui kenaikan BBM berasal dari masyarakat berpendidikan dan berpenghasilan tinggi. Mereka memahami argumentasi pemerintah untuk menaikkan harga BBM, namun tidak yakin akan berhasil membantu perekonomian nasional. Gema menjelaskan, ada tiga alasan utama mengapa publik menolak kenaikan harga BBM yang rencananya mulai naik pada bulan Juni ini.

Pertama, kenaikan BBM dinilai semakin memberatkan ekonomi masyarakat sebab harga kebutuhan pokok otomatis akan naik. Kedua, masyarakat menilai kenaikan harga BBM tidak akan menolong kesehatan fiskal seperti yang direncanakan pemerintah. “Beberapa kali kenaikan harga BBM di masa lalu terbukti tidak efektif menyelamatkan APBN,” katanya.

Sebagai alasan ketiga, publik menilai adanya motif politik praktis. Kebijakan kenaikan harga BBM dinilai hanya menjadi pintu masuk peluncuran Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BaLSeM) yang sarat dengan muatan politik praktis menjelang Pemilu 2014 dan upaya mendongkrak elektabilitas partai pemerintah.

===

Sejalan dengan kecenderungan mayoritas rakyat Indonesia, Ketua Bidang Ekonomi DPP PKS, Andi Rahmat dalam acara Pembekalan Caleg PKS se-Jatim di Gedung WTC Surabaya mengatakan : "Sekarang kami menilai pemerintah hilang kendali terhadap hulu dan menyelesaikan masalah di hilir. Kami sebetulnya bukan menentang, tapi ingin mengendalikan, karena intinya yang harus dibereskan ini hulu. Kenaikan harga BBM ini kan karena utang APBN tahun lalu mencapai R.p22 triliun kepada Pertamina yang harus dibayar tahun ini," katanya.

Karena itulah, pihaknya mengkritik dan mengingatkan yang lainnya, dengan harapan tidak terjerumus. "Sebab kalau terlalu jauh, bukan kami saja, tapi bangsa secara keseluruhan akan terkena dampaknya," kata Andi. Dirinya juga membandingkan pada era Presiden Soeharto ketika memberlakukan kenaikan harga BBM. Kala itu, kata dia, presiden tidak pernah berkoar-koar, sehingga tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat dan membuat harga sembako terkatrol naik.

"Kalau seperti ini maka yang kasihan masyarakat, BBM belum naik saja, sekarang harga sembako sudah melambung. Apalagi, sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan, yang merupakan puncaknya inflasi," katanya.

Melengkapi paparan kebijakan ekonomi pemerintah yang salah arah itu, Mahfudz Shiddiq yang turut hadir dalam acara tersebut  mengajak kepada kader PKS dalam mensosialisasikan alasan PKS menolak kenaikan BBM dengan memberikan gambaran ke masyarakat bahwa pada tahun ini ada beberapa agenda musiman yang cukup memberatkan perekonomian masyarakat, yakni:
  1. Pada tahun ini pemerintah telah menaikkan tarif dasar listrik hingga mencapai 15%
  2. Pada bulan Juli ini orangtua yang memiliki anak usia sekolah harus menyiapkan dana ekstra untuk biaya pendidikan
  3. Pada bulan Juli ini juga umat Islam dihadapkan kepada datangnya bulan puasa Ramadhan, yang biasanya harga-harga bahan pokok naik secara tajam, dan
  4. pada bulan Agustus ummt Islam juga harus menyiapkan hari raya Iedul Fitri, yang juga harus dengan persiapan dana ekstra untuk mudik, memberi hadiah sanak kerabat,
  5. dll
PKS sangat memahami beban ekonomi masyarakat saat ini sudah demikian beratnya, sementara kemampuan ekonomi rata-rata dalam kondisi yang tidak siap serta nilai rupiah terhadap barang menjadi semakin rendah. Akibatnya masyarakat miskin, terutama di perdesaan yang harus menanggung beban berat jika kenaikan BBM jadi dilakukan oleh pemerintah. Karenanya dengan tegas PKS menolak rencana kenaikan harga BBM di tahun 2013 ini.

Posted: by Admin
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger