Home » » Langkah Kuda PKS di Balik Kenaikkan BBM

Langkah Kuda PKS di Balik Kenaikkan BBM

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Kamis, 06 Juni 2013 | 16.34

Oleh : Dewa Gilang (Kompasianer)

Untuk kesekian kalinya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berlawanan pendapat dengan pemerintah dan partai-partai yang tergabung dalam koalisi dalam menyikapi rencana kenaikkan harga BBM.

Namun, bedanya, jika yang terdahulu PKS mempunyai “kawan” se-perjuangan dari partai Golkar dan PPP, maka kali ini PKS harus berjalan sendiri tanpa “kawan”.

Bukti shahihnya terhampar pada Selasa malam, 4/6/2013, PKS tidak diundang (atau memilih tidak menghadiri) rapat Sekrtetariat Gabungan (Setgab) di rumah dinas Wapres, Boediono, yang membahas rencana kenaikkan harga BBM.

Dari hal tersebut ada dua benang merah yang bisa kita simpulkan, yakni bahwa PKS ditinggalkan oleh “kawan-kawan” Setgab atau PKS makin menegaskan sikapnya yang menolak kenaikkan harga BBM.

Menariknya, ada dua suara yang terpecah di internal PKS dalam menyikapi rencana kenaikkan BBM, antara fraksi PKS yang duduk di DPR, termasuk Presiden PKS, Anis Matta, yang menolak dengan kubu menteri-menteri PKS, yang dimotori oleh Tifatul Sembiring, yang menyatakan bahwa pihaknya mendukung sepenuhnya rencana pemerintahan SBY-Boediono untuk menaikkan harga BBM.

Apa yang dipertontonkan oleh PKS, bagi banyak pengamat, bak langkah kuda di hadapan raja, yang memberi bukti bahwa partai tersebut bukan lah lagi partai yang “bau kencur”. Isu kenaikkan BBM telah dijadikan oleh PKS sebagai “kuda” liar yang diharapkan mampu menaikkan citra partai yang tengah terbelit kasus dugaan suap impor daging sapi tersebut.

Dengan menolak kenaikkan BBM, maka PKS memposisikan dirinya sebagai partai yang pro-rakyat. Terbukti di lapangan, berbagai spanduk penolakkan terhadap kenaikkan BBM mereka tebar di berbagai daerah. Intinya, PKS ingin memberi tahu kepada masyarakat bahwa mereka-meski berada dalam pemerintah- namun menolak kebijakkan yang dianggap tidak pro-rakyat.

Di sinilah “langkah kuda” PKS bermain apik nan cantik. Di satu sisi, melalui berbagai spanduk, mereka memberi tahu masyarakat bahwa mereka bersebrangan sikap dengan pemerintah, namun di sisi lainnya, mereka, melalui menterinya, justru berada di pemerintahan.

Beranikah Demokrat mendepak PKS?

Posisi yang sulit nan serba salah justru dialami oleh Demokrat. Sebagai partai penguasa, Demokrat wajar gusar oleh manuver-manuver politik yang dilakukan oleh PKS.

Kegusaran itu sangat terlihat dari berbagai komentar petinggi Demokat yang menyiratkan kegeraman mereka terhadap “langkah kuda” partai bulan abit tersebut. Bahkan Ruhut Sitompul dengan tanpa tedeng aling menyatakan bahwa dirinya siap menggantikan Tifatul Sembiring di kabinet sebagai Menkominfo.

Setidaknya dua sisi harus menjadi pertimbangan bagi Demokrat. Yakni sisi menjaga keutuhan koalisi dan menjaga kewibawaan partai penguasa tersebut ketika menghadapi rongrongan “anak nakal” semodel PKS.

Mudah saja bagi Demokrat, kali ini, untuk mendepak PKS, menimbang bahwa Golkar dan PPP tidak turut menggoyang koalisi seperti kasus Century dan rencana kenaikkan bBBM sebelumnya.

Namun, belajar dari kasus simpati publik terhadap SBY, maka sangat memungkinkan bila simpati yang sama akan mengalir kepada PKS jika partai bulan sabit itu didepak paksa dari koalisi.

PKS tentu akan sangat memanfaatkan “momentum” tersebut. Kesan sebagai partai yang “dikeroyok” dan dizalimi dengan masive akan dijadikan sebagai ujung tombak untuk meraih simpati publik yang lebih besar, sekaligus pengalihan isu dari “tsunami” dugaan suap yang tengah menghantam Luthfi Hassan Ishaq.

Juga didepaknya PKS dari koalisi akan semakin mensolidkan antar kader dan simpatistannya. Sebab, selama ini, di arus bawah, memang kerap terdengar desakan agar PKS keluar dari koalisi.

Sehingga, menurut hemat saya, yang menarik untuk dicermati bukanlah sekedar akhir dari “langkah kuda" PKS, melainkan juga jawaban atas pertanyaan, “Beranikah Demokrat mendepak PKS dari koalisi?”.

Ditulis sebagai tanggapan atas ketidakhadiran PKS pada rapat Setgab pada Selasa malam, 4/6/2013, yang membahas perihal kenaikkan BBM. (Kompasiana)
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger