Home » » Kota Bandung Mencari Walikota Kelas Dunia

Kota Bandung Mencari Walikota Kelas Dunia

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Sabtu, 22 Juni 2013 | 22.03

Jika kita melihat kembali sejarah Kota Bandung yang dikenal sebagai Parijs van Java, akan sangat tepat jika kota Bandung dipimpin oleh walikota kelas dunia. Namun sekarang, Bandung berbeda dengan Bandung dahulu. Problem besar dihadapi oleh warga Bandung seperti kemacetan, banjir, rusaknya infrastruktur jalan, sampah, serta birokrasi. Tantangan inilah yang akan dihadapi oleh Walikota Bandung yang akan dipilih langsung oleh juta warga Bandung pada tanggal 23 Juni mendatang.

INSTRAT, sebagai lembaga kajian yang lahir di Bandung telah menyelenggarakan survey berkala untuk memotret kondisi warga jelang pemilukada. Survey pertama dilaksanakan sebelum pendaftaran calon pada tanggal, survey kedua dan ketiga dilaksanakan sebelum masa kampanye dan survey keempat saat ini sedang berlangsung dan akan diumumkan tanggal 20 Juni 2013. Tulisan ini akan mengurai kondisi warga Bandung yang dipotret dalam tiga survey awal.

Krisis Figur Pemimpin

Survey pertama INSTRAT dilakukan hampir setahun yang lalu pada tanggal 10-17 Agustus 2012. Ketika itu, survey berupaya untuk memetakan figur ideal yang diinginkan oleh warga Bandung. Dari beberapa profesi yang ditanyakan, responden menjawab paling ideal adalah walikota berasal birokrat (23%) diikuti oleh akademisi (17%), pengusaha (15%), politisi (14%) dan ulama (11%). Perlu dipahami bahwa ketika itu isu penyuapan Hakim PN Bandung oleh oknum birokrat di Kota Bandung belum terungkap ke publik.

Pengenalan warga Bandung terhadap calon walikota di survey pertama masih terbatas. Walikota petahana saat ini, Dada Rosada telah dua periode menjabat sebagai walikota dan tidak dapat mencalonkan diri kembali. Otomatis publik mulai beralih ke calon lain. Istri Walikota, Nani Rosada, memiliki popularitas tertinggi dengan 54%, diikuti presenter Tina Talisa (53%), manajer Persib Umuh Muhtar (52%) dan Wakil Walikota saat ini Ayi Vivananda (50%). Meski tokoh tersebut populer, namun warga Bandung masih sulit menimbang mereka sebagai walikota. Terbukti secara elektabilitas tidak ada yang menonjol.

Kemunculan Tokoh Alternatif

Menjelang batas pendaftaran Calon Walikota Bandung di bulan Maret peta calon Walikota semakin dinamis. Tercatat empat kandidat independen mendaftarkan diri, meningkat 400% dari Pilkada Kota Bandung sebelumnya. Sedangkan partai juga galau dalam menetapkan pilihan pasangan calon Walikota-Wakil Walikota. Namun kecenderungan beberapa partai besar seperti PDIP, PD, PPP, PAN dan Golkar adalah merapat ke petahana.

Ketika KPUD akhirnya menutup pendaftaran, terdapat delapan kandidat calon Walikota-Wakil Walikota yang resmi terdaftar. Jumlah yang cukup besar mengingat Pilkada sebelumnya hanya diikuti tiga pasang calon. Sebanyak 6 pasang calon merupakan penantang dan 2 pasang calon merupakan petahana. Komposisi petahana terdiri dari Edi Siswadi (Sekda Pemkot) - Erwan Setiawan (Ketua DPRD Kota) dan Ayi Vivananda (Wakil Walikota) - Nani Suryani (istri Walikota Dada Rosada)

Menariknya, pada detik terakhir terjadi pecah kongsi antara Demokrat dan Golkar yang memunculkan calon baru, yaitu MQ Iswara dari Golkar. Menurut survey ketiga yang diselenggarakan INSTRAT, pasangan MQ Iswara-Asep Dedi Ruyadi ternyata berhasil mencuri suara Edi Siswadi yang tadinya didukung Golkar. Meski berhasil mencuri suara Edi Siswadi, namun elektabilitas MQ Iswara masih tergolong kecil, yakni berkisar di 9%. Keunggulan petahana Edisis-Erwan (19,13%) dan Ayi Vivananda-Nani Suryani (15,13%) masih terlihat meski tidak dominan.

Kuda Hitam dalam Pilkada Bandung

Dominasi petahana pada survey ketiga mulai terkikis oleh kehadiran pasangan calon yang diusung PKS dan Gerindra, yakni Ridwan Kamil dan Oded M Danial. Jika membandingkan survey kedua (2-3 Maret) dan ketiga (19-20 Maret) yang dilakukan INSTRAT, terlihat bahwa pasangan ini berhasil meraih penambahan suara. Survey kedua INSTRAT menunjukkan Ridwan Kamil dipilih oleh 5,8% warga dan Oded dipilih oleh 6,3%  warga. Sedangkan di survey ketiga, kombinasi pasangan ini menghasilkan 12,38% suara. Pasangan ini menjadi satu-satunya pasangan yang mengalami peningkatan suara setelah diumumkan secara resmi.

Setelah ditelaah lebih jauh, pasangan Ridwan Kamil dan Oded M Danial juga memiliki keunggulan dibandingkan pasangan lain. Diantara keunggulan tersebut adalah tingkat kesukaan publik terhadap pasangan ini lebih baik dibandingkan calon lain. Dari 10 orang yang kenal Ridwan Kamil, 6 diantaranya mengaku suka dengan sosok tersebut. Sedangkan Oded disukai oleh 5 dari 10 orang yang kenal. Rata-rata calon lain hanya 4 dari 10.

Kendala utama dari pasangan Ridwan Kamil dan Oded M Danial adalah popularitas keduanya. Jika dibandingkan calon petahana, calon ini masih tertinggal jauh. Pasangan petahana telah unggul karena dikenal lebih dulu oleh 50% warga Bandung, sedangkan RK-Oded hanya dikenal oleh 20% warga. Namun perlu diingat angka ini adalah kondisi pada akhir bulan Maret 2013, atau jauh sebelum masa pemungutan suara.

Selama dua bulan belakangan, dalam catatan kami terdapat beberapa perubahan situasi yang dapat mempengaruhi hasil akhir Pilkada Bandung. Pertama, dimulainya masa kampanye yang memberi peluang setiap kandidat meningkatkan popularitasnya. Kedua, masing-masing kandidat telah adu gagasan dalam kampanye maupun debat terbuka sehingga warga Bandung dapat mengetahui konten dari masing-masing pasangan calon. Ketiga, terungkapnya upaya penyuapan Hakim PN Bandung yang melibatkan oknum birokrasi, termasuk kandidat petahana.

Bagaimana hasil pemungutan suara yang akan digelar hari Ahad tanggal 23 Juni 2013 besok, PKS Dau akan mempublikasikan hasil Quick Count Pilwalkot Bandung...


*****
Sumber: http://politik.kompasiana.com/2013/06/19/bandung-mencari-walikota-kelas-dunia-1-570313.html
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger