Home » » Empat Fraksi DPR Tolak Kenaikan Harga BBM

Empat Fraksi DPR Tolak Kenaikan Harga BBM

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Senin, 17 Juni 2013 | 18.42

Jakarta - Empat dari sembilan fraksi di DPR RI menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)) bersubsidi dengan alasan masing-masing serta lima fraksi lainnya mendukung kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Setelah mendengarkan pemaparan pandangajn akhir fraksi-fraksi, kami menyimpulkan, dari sembilan fraksi yang menyampaikan pandangan akhirnya, lima fraksi menyatakan persetujuan pengesahan RUU APBN Perubahan, serta empat fraksi lainnya belum menyatakan belum memberikan persetujuan," kata Ketua DPR RI, Marzuki Alie, ketika memimpin rapat paripurna dengan agenda pengesahan RUU APBN Perubahan 2013 di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin.

Keempat fraksi yang menyatakan menolak rencana kenaikan harga BBM bersubsidi adalah Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Fraksi Partai Gerindra, dan Fraksi Partai Hanura.

Kemudian, lima fraksi lainnya yang mendukung pengesahan RUU APBN Perubahan 2013 termasuk mendukung kenaikan harga BBM bersubsidi adalah Fraksi Partai Demokrat, Fraksi partai Golkar, Fraksi Partai Amanat Nasional (FAN), Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP), Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), serta Fraksi partai Gerindra.

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, Dolfy OFP ketika menyampaikan pandangan akhir Fraksi PDI Perjuangan mengatakan, kebijakan pemerintah yang akan menaikkan harga BBM bersubsidi akan menjadikan inflasi dan menambah jumlah rakyat miskin.

Karena itu, kata dia, Fraksi PDI Perjuangan belum dapat menyetujui RUU APBN Perubahan 2013 karena tidak sepakat dengan beberapa pasal yang terkait dengan pengurangan subsidi BBM.

Pada kesempatan tersebut, Fraksi PDI Perjuangan juga menyampaikan postur RUU APBN Perubahan tanpa menaikkan harga BBM bersubsidi.

Juru bicara Fraksi PKS, Abdul Hakim, ketika menyampaikan pandangan akhir fraksinya mengatakan, Fraksi PKS DPR RI sudah menyampaikan usulan alternatif postur RUU APBN Perubahan 2013 tanpa harus menaikkan harga BBM bersubsidi.

Menurut dia, Fraksi PKS DPR RI menilai, rencana kenaikan harga BBM bersubsidi saat ini tidak tepat karena akan membebani daya beli rakyat menghadapi bukan Ramadhan dan Idul Fitri dan akan menambah jumlah rakyat miskin.

"Dengan berbagai pertimbangan Fraksi PKS belum dapat menyetujui RUU APBN Perubahan 2013," katahya.

Juru bicara Fraksi Partai Hanura, Erick Satrya Wardhana, ketika menyampaikan pandangan akhir fraksinya mengatakan, Fraksi Partai Hanura tetap konsisten menolak kenaikan harga BBM bersubsidi dabn menyatakan sikapnya belum bis amenyetujui RUU APBN Perubahan 2013.
Menurut dia, kenaikan harga BBM bersubsidi yang diikuti dengan pemberian dana kompensasi yakni bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) rawan praktik politik uang, apalagi menjelang pemilu 2014.

Sementara itu, Fraksi Partai Gerindra masih bersikap ambigu dan tidak ada pernyataan yang tega ssoal kenaikan harga BBM bersubsidi.

Juru bicara Fraksi Partai Gerindra, Fary Djemy Francis, ketika menyampaikan pandangan akhir fraksinya mengatakan, fraksinya menghormati kewenangan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, karena hal itu merupakan kewenangan pemerintah sesuai UU No 19 Tahun 2012 Tentang APBN 2013.

Namun di sisi lain, Fraksi Gerindra menolak Pasal 8 Ayat 10 pada RUU APBN Perubahan 2013 yang memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk melakukan penyesuaian subsidi BBM bersubsidi, tanpa memberikan penjelasan. (AntaraNews)
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger