Home » » Cara Arus Bawah Kader PKS, Menerjang Badai

Cara Arus Bawah Kader PKS, Menerjang Badai

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Senin, 03 Juni 2013 | 11.24

Oleh : Nasrulloh Mu

Banyak orang yang menilai bahwa kasus yang sedang menimpa LHI akan menjadi prahara yang mematikan PKS. Namun bagiku tidak… ! Karena dalam setiap moment pasti memiliki dua kemungkinan. Bisa bangkit atau hancur. Mungkin sekarang belum bisa.. namun esok pasti akan bangkit.

Kebangkitan bisa sekaligus.. namun juga bisa berproses setahap demi setahap. Bisa memerlukan waktu yang pendek atau bisa jadi panjang. Waktu bukanlah urusanku, keberhasilan bukanlah urusanku… karena semua itu adalah takdir Sang Maha Pencipta. Sedangkan tugasku adalah memulai dan bekerja.. untuk sebuah kebangkitan baru.

Bagiku tanda-tanda kebangkitan itu sudah dimulai terlihat dan dirasakan. Siklus menurun sejak kasus LHI sudah mulai menaik walau masih terlalu merangkak lambat. Tugasku adalah bagaimana agar siklus naik ini menjadi lebih cepat agar kebangkitannya bisa melompat di tahun 2014, melebihi 2009.

Siklus menaik itu, dimulai dari opini-opini para pakar hukum dan pemerhati hukum dan politik. Mulai terdengar opini-opini kejanggalan dari kasus suap impor sapi. Awalnya yang menyuarakan adalah kader PKS sendiri, namun sekarang sudah menggema melalui lisan para pakar hukum dan politik.

Ini modal awal sebuah kepercayaan diri. Kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan masyarakat bawah. Kepercayaan diri untuk menjelaskan apa yang terjadi. Kepercayaan diri untuk menentralisir opini-opini yang sudah terbentuk oleh Media.

Modal yang kedua, dari internal sendiri. Penjelasan peneguhan dari Dewan Syariah PKS, agar kader PKS menghindari praktek-praktek yang bisa membawa kepada fitnah. Ini membuat aku semakin percaya diri. Bahwa DPP beserta seluruh jajaran pengurus hingga tingkat bawah, tengah mengevaluasi segala hal yang bisa memunculkan fitnah. Aku semakin yakin, bahwa internal PKS tengah memperbaiki diri.

Kedua modal inilah yang membuatku semakin kuat untuk bergerak. Bergerak untuk semakin berbaur dengan masyarakat. Bergerak dengan solusi-solusi yang bermanfaat.

Sudah beberapa aksi nyata yang sudah dilakukan di pengurus ranting di desaku. Pertama, berhasil melakukan rehab rumah sebanyak 30 unit. Alhamdulilah, berkat bantuan dari kementrian sosial rumah-rumah yang kumuh sudah berubah menjadi tembok-tembok yang kekar untuk ditempati oleh para duafa.

Program kedua, mengembangkan kelompok-kelompok usaha bersama para duafa. Saat ini masih dalam tahap survei kemampuan usaha setiap kepala keluarga. Dengan survei ini akan dikembangkan usaha-usaha berdasarkan kemampuan dan usaha yang sebelumnya sudah dimiliki oleh warga.

Program ketiga, kaderisasi melalui klub olahraga. Alhamdulilah, sudah berjalan pusat pelatihan sepakbola untuk anak-anak. Mereka tidak saja dilatih sepakbola namun juga dilatih softskill dari sisi mental dan spiritual. Tidak itu saja, dari klub sepakbola ini sedang dikembangkan wirahusaha untuk para pengelolanya.

Dengan keunggulan ikatan emosional dan kemampuan pengumpulan masyarakat dalam moment-moment kompetisi, diharapkan bisa membesarkan klub sepakbole dengan dana mandiri.

Akifitas pencerahan soal pengelolaan keluarga dan anak dan pencerahan soal kesehatan keluarga kepada warga di daerah ku akan terus berlanjut. Badai apa pun tidak akan pernah bisa menghentikannya…

Walau ditengah prahara, amal dakwah arus bawah PKS tidak akan pernah berhenti. Karena dakwah bukan karena pemimpin, bukan karena partai tetapi karena Allah. Partai hanya saran dakwah bukan tujuan.

Ya Allah, saksikanlah bahwa kader bawah PKS tak pernah lelah berjuang dijalan MU.. Walau apapun yang sedang menimpa kami.

*****
Sumber: http://politik.kompasiana.com/2013/05/31/cara-arus-bawah-pks-menerjang-badai-560886.html
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger