Home » » Atas Nama Sejarah, Kami Akan Tetap Berjuang

Atas Nama Sejarah, Kami Akan Tetap Berjuang

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Rabu, 05 Juni 2013 | 09.03

Oleh : Kader PKS Reffah

"Kembali kita menyoal tentang cinta, sebuah kata yang menjadikanya sebagai senjata, sebuah kata yang menjadi api di dera jiwa, sebuah kata yang senantiasa meradikalkan si pelaku cinta".

Orasi politik ustadz Saiful Rasyid dalam pertemuan LT3B hari Ahad (02/06) silam, memaksa saya untuk membuka kembali lembaran-lembaran catatan liqo' pekanan, yang ketika itu, salah satu kader membawakan materi yang tidak biasa di paparkan pada umumnya, flashback dengan buku Al Ikhwanul Muslimun “Anugerah Alloh Yang Terdzolimi”. Mengawali dengan surah Al Furqon ayat 31 yang di jadikan sebagai dasar bahwa kita perlu meningkatkan kesabaran, komitmen dan konsistensi terhadap Jama'ah. 

Sebuah analisis masa kini yang berkaca dari masa lalu. Partai ini, telah berkali kali di dera ombak besar, terseretnya mantan presiden PKS dalam kasus impor daging sapi, dibumbuinya dengan wanita-wanita cantik di sekitar AF, hingga diisukan dengan wacana pembubaran partai. Dengan tegas salah seorang kader berkata “PKS masih beruntung!!”, coba tengok IM (red : Ikhwanul Muslimin) mereka sudah 4 kali di bubarkan, Hasan Al-Banna-pun di tembak, Sayid Qutub yang terang terangan digantung, dan ribuan kader ikhwan yang di penjara setelah itu, “PKS masih beruntung!!”. Jika presiden PKS ustadz Anis Matta pernah mengatakan “...yang di hadapi PKS kali ini adalah konspirasi besar...”, maka dengan penuh kayakinan kita menyatakan “konspirasi itu sebuah sarana pendidikan politik yang gratis”, sebagai kader dakwah jangan apatis terhadap permasalahan jamaah, kita harus bisa subyektif, serta ikut berpartisipasi dalamnya.

Kemudian inilah letak korelasi apa yang di sampaikan oleh Ustadz Saiful Rasyid dengan dengan pemaparan seorang kader tadi, bahwa beliau menegaskan atas sebuah rekonstruksi pikiran, menurut saya,  menata kembali pola pikir kita dengan sebuah kesadaran, jika meminjam istilah Paulo Freire, kesadaran kritis lah yang di bangun untuk menolak kepasifan, mengedepankan sebuah dialog, mempu bersikap cerdas menatap realitas, meminjam istilah ustadz Saiful Rasyid “berpikir out of the box”, dan ditekankan bahwa kader harus berani mengambil sikap dalam berposisi karena seorang da`i harus mampu membaca tanda-tanda zaman, tidak terikat dengan hal hal yang dasar serta menghilangkan sifat ekslusif atau sifat yang tertutup dari kelompok atau jamaah. serta mampu menelorkan gagasan-gagasan cerdas tertulis dengan tetap mengedepankan toleransi dan kemaslahatan ummat.

Dengan konstruksi pikiran atas dasar kesadaran kritis yang di bumbui dengan cinta itulah, “pasukan tempur” itu terbentuk, pasukan dengan satuan setingkat kompi, pasukan khas, pasukan gerilya, yang terletak di setiap kantong kantong perjuangan, karena menurut ustadz Anis Matta -dalam bukunya serial cinta-, cinta itulah rahasianya, ekspansi ekspansi islam di Jazirah Arab ke kawasan Asia dan Afrika yang tertera dalam kitab sirah, bukanlah suatu catatan pedang terhunus yang takpernah berhenti berdarah. Justru itulah paasukan cinta yang datang membebaskan jiwa jiwa manusia dari belenggu yang membatasi hidupnya dengan sekat tanah dan etnis, maka menyatulah mereka dalam cinta yang melapangkan dunia. Sesuai perkataan Hasan Al Banna “akan kami perangi mereka dengan cinta”.

Karena dengan cinta, pikiran dan kesadaran itu akan terbentuk, mensenadakan kerja kerja dakwah dengan kerja kerja politik, meraih semua mimpi walaupun tetes air mata ini menjadi bukti niat hati yang senantiasa bangkit dan terus berlari, untuk menjadikan sebuah harmoni, harmoni kebaikan.

“Kalau memang saudara kita di luar negeri berjuang mengunakan senjata, maka saat ini kita berjuang menggunakan bendera, memberitahukan bahwa disini kita masih ada!! (Ustad. Tamhid, LC.)”


Posted: by Admin
Share this article :

1 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger