Home » » Andi Rahmat Perjelas Alasan PKS Menolak Kenaikan BBM

Andi Rahmat Perjelas Alasan PKS Menolak Kenaikan BBM

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Senin, 03 Juni 2013 | 22.45

Surabaya, 3 Juni 2013. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera Bidang Ekonomi, Andi Rahmat dalam acara Pembekalan Caleg PKS se-Jatim, mengatakan pihaknya biasa dan tidak masalah dicap "nakal" dalam partai politik koalisi dengan pemerintah karena mengambil posisi sebagai relasi kritis.

"PKS dalam posisi di koalisi mengambil sikap relasi kritis. Sehingga kami tidak bisa selamanya menuruti apa yang menjadi kebijakan, tanpa adanya sikap kritis," ujarnya kepada wartawan di Surabaya menanggapi banyaknya desakan agar PKS dievaluasi dari partai koalisi atas sikapnya menolak kebijakan kenaikan harga BBM.

Selanjutnya Andi menceritakan bahwa di tahun 2005 yang lalu, PKS setuju terhadap kenaikan bahan bakar minyak. Begitu juga pada tahun 2007, juga tentang kenaikan harga BBM.

"Bahkan, kami ikut berperan aktif dan membantu sosialisasi kenaikan harga BBM. Kami melihatnya saat itu karena memang dibutuhkan dan sangat penting," kata Wakil Ketua Komisi XI DPR RI tersebut.

Andi mengaku, partainya tidak ingin hanya dijadikan sebagai "penumpang gelap" dalam koalisi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apalagi, dalam koalisi tidak hanya terdiri dari satu partai saja, melainkan gabungan beberapa partai.

Sementara itu, ketika disinggung PKS memilih menolak kenaikan harga BBM saat ini, politisi muda itu menyebut karena waktu 2005-2007, pemerintah dan PKS satu irama dalam desain kebijakan umum energi nasional. Serta, lanjut dia, ada migrasi dari penggunaan kerosin yang bebannya lebih besar dari BBM ke elpiji tiga kilogram. Selain itu, pemerintah mengambil alih proses pembangkitan program 10 ribu megawatt.

"Proposal kebijakan energi pemerintah saat itu integral. Kami mendukung karena tahu betul itu akan berkembang dan apa efeknya bagi perekonomian. Sedangkan, proposal kenaikan harga BBM kali ini bersifat parsial dan kami khawatir sebagai bom waktu," katanya.

"Sekarang kami menilai pemerintah hilang kendali terhadap hulu dan menyelesaikan masalah di hilir. Kami sebetulnya bukan menentang, tapi ingin mengendalikan, karena intinya yang harus dibereskan ini hulu. Kenaikan harga BBM ini kan karena utang APBN tahun lalu mencapai Rp22 triliun kepada Pertamina yang harus dibayar tahun ini," katanya.

Karena itulah, pihaknya mengkritik dan mengingatkan yang lainnya, dengan harapan tidak terjerumus. "Sebab kalau terlalu jauh, bukan kami saja, tapi bangsa secara keseluruhan akan terkena dampaknya," kata Andi. Dirinya juga membandingkan pada era Presiden Soeharto ketika memberlakukan kenaikan harga BBM. Kala itu, kata dia, presiden tidak pernah berkoar-koar, sehingga tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat dan membuat harga sembako terkatrol naik.

Suasana Pembekalan Caleg PKS di Gedung WTC Suarabaya
"Kalau seperti ini maka yang kasihan masyarakat, BBM belum naik saja, sekarang harga sembako sudah melambung. Apalagi, sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan, yang merupakan puncaknya inflasi," katanya.

Melengkapi paparan kebijakan ekonomi pemerintah yang salah arah itu, Mahfudz Shiddiq yang turut hadir dalam acara tersebut mengajak kepada kader PKS dalam mensosialisasikan alasan PKS menolak kenaikan BBM dengan memberikan gambaran ke masyarakat bahwa pada tahun ini ada beberapa agenda musiman yang cukup memberatkan perekonomian masyarakat, yakni:
  1. Pada tahun ini pemerintah telah menaikkan tarif dasar listrik hingga mencapai 15%
  2. Pada bulan Juli ini orangtua yang memiliki anak usia sekolah harus menyiapkan dana ekstra untuk biaya pendidikan
  3. Pada bulan Juli ini juga ummat Islam dihadapkan kepada datangnya bulan puasa Ramadhan, yang biasanya harga-harga bahan pokok naik secara tajam, dan
  4. pada bulan Agustus ummat Islam juga harus menyiapkan hari raya Iedul Fitri, yang juga harus dengan persiapan dana ekstra untuk mudik, memberi hadiah sanak kerabat,
  5. dll.
PKS sangat memahami beban ekonomi rakyat saat ini sudah demikian beratnya, sementara kemampuan ekonomi rata-rata dalam kondisi yang tidak siap serta nilai rupiah terhadap barang menjadi semakin rendah. Akibatnya masyarakat miskin, terutama di perdesan yang harus menanggung beban berat jika kenaikan BBM jadi dilakukan oleh pemerintah. Karenanya dengan tegas PKS menolak rencana kenaikan harga BBM di tahun 2013 ini. Allahu akbar...!!!


*****
*Lebih lengkap alasan PKS menolak rencana kenaikan harga BBM bersubsidi: [Baca Lebih lanjut..]
*Posted :by Admin
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger