Home » » Allahu Akbar, Warga Berbondong-bondong Hadiri Aksi Cinta Kader PKS Jayapura

Allahu Akbar, Warga Berbondong-bondong Hadiri Aksi Cinta Kader PKS Jayapura

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Sabtu, 01 Juni 2013 | 21.17

Adalah Kampung Megapura Skyline, telah mulai dihuni oleh warga berasal dari Buton, Sulawesi Tenggara sejak awal 1970-an. Kampung ini tepatnya berada di salah satu puncak pegunungan Skyline di Jayapura, yang merupakan pegunungan pemisah antara Distrik Jayapura Selatan dan Distrik Abepura. Dua akses jalan berkelok-kelok di pegunungan ini  merupakan jalan penting yang menghubungkan dua pusat kota di ibukota Papua ini, yakni Abepura dan pusat Jayapura.

Kampung Megapura Skyline ini sendiri berjarak sekitar 1,5 km dari jalan utama. Bagi Anda yang mengenakan kendaraan umum, tersedia ojek di pinggir jalan yang akan membawa Anda menuju kampung yang saat ini lebih dikenal dengan nama Kampung Buton itu. Insya Allah, jika ada waktu di suatu saat nanti kita akan kisahkan lebih detil awal mula mereka mendiami kampung nan jauh dari kebisingan kota itu.

Di kampung yang dihuni oleh sekitar 300-an kepala keluarga inilah aksi penuh cinta dari kader-kader keadilan Jayapura, Jumat (31/5) kemarin, digelar. Ini bukanlah aksi yang pertama kali dilaksanakan di sana. Telah lebih dari sepuluh tahun yang lalu, berbagai aksi dari kader partai dakwah, dari mulai mengisi pengajian rutin, khatib Jumat, pemotongan hewan qurban, berbagai bantuan kemanusiaan, hingga senam pekanan digelar di sana. Bahkan kini, sejumlah penduduknya telah menjadi kader tarbiyah, penggerak dakwah di kampung itu.

Namun, ada nuansa berbeda dengan aksi Jumat kemarin. Warga Buton itu seolah tumpah ruah memenuhi pusat pelayanan kesehatan murah serba Rp 3 ribu itu. Pasalnya, itulah pertama kalinya warga bisa menikmati pelayanan berupa pemeriksaan gula darah, asam urat dan malaria dengan hanya membayar Rp. 3 ribu per item pelayanan. Obat pun dapat diperoleh dengan gratis. Selama ini, mereka harus rela merogoh kocek hingga ratusan ribu untuk mendapatkan pelayanan serupa di tempat lain.

Luar biasa, warga pun membludak ingin menikmati aksi laskar keadilan itu. Melihat antusiasme warga, aksi yang sedianya akan dimulai selepas Asar itu pun dimajukan pembukaannya ke pukul 2 siang. Biasanya aksi serupa berakhir ketika Adzan Magrib berkumandang, lagi-lagi dokter dan tenaga medis itu pun baru bisa menyesaikan aksinya hingga larut malam. Selepas shalat Isya, masih terdapat sejumlah pasien mengantri yang harus dilayani. Baru pada sekitar pukul 20.00 aksi itu pun bisa dituntaskan.

Namun, lagi-lagi dokter belum bisa pulang, karena sebuah keluarga memintanya untuk menjenguk salah seorang ibu yang sudah tidak bisa lagi berjalan. Selain karena usianya yang telah renta, sehari sebelumnya sang ibu baru saja terkena musibah. Ketika hendak menghidupkan ricecookernya, ia tersengat arus listrik. Maka dokter pun mendatangi pasien itu, memeriksa, merawat, dan memberikan sejumlah obat untuk penyembuhannya.

Akhirnya tuntas sudah aksi cinta kali ini. Rombongan terdiri dari 3 mobil dan puluhan motor yang membawa tenaga medis, dokter, dan kader-kader keadilan itu pun bisa meninggalkan lokasi pelayanan kesehatan. Meski lelah, para laskar cinta itu pun tersenyum bahagia, karena aksinya kali ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh warga.

Dari sejumlah pasien yang berobat kali ini, terdapat sejumlah lansia yang harus dipapah menuju lokasi pelayanan kesehatan. Sehingga ketika kembali ke kediamannya, sejumlah kader pun turut mengantarnya dengan membopongnya di atas motor. Terdapat juga seorang anak berusia 7 tahun penderita hidrocepalus. Hingga usianya yang seharusnya sudah mulai berada di kelas 1 SD itu, si anak belum bisa berjalan. Maka, koordinator aksi kali ini yang tidak lain adalah ketua Fraksi PKS DPRD Kota Jayapura, Suherman, SH pun siap memfasilitasi untuk pengobatan dan perawatan selanjutnya.

Sampai jumpa, wahai warga Kampung Buton pada aksi pelayanan kesehatan berikutnya. Kami juga mengucapkan selamat menantikan program aksi lainnya berupa “Sekolah Ibu” yang akan digelar di bulan Juni ini. Ya, dalam program Sekolah Ibu itu, berbagai keterampilan khas kaum Hawa, dari mulai keterampilan di dapur hingga pelatihan parenting dapat dinikmati warga kampung Buton dengan gratis. Alhamdulillah sekolah yang memberdayakan kaum ibu dan remaja putri itu telah disepakati warga dan kader-kader keadilan untuk dimulai pada bulan Juni ini.

===

Masih berita dari papua, sebelumnya pada Rabu malam (29/5) hingga Kamis (30/5) dini hari banjir kembali melanda kompleks SMAN 4 Jayapura. Ini adalah banjir keempat kalinya yang terjadi di tahun 2013 ini. Seolah daerah ini telah menjadi langganan banjir di Kota Jayapura.

Sebagaimana banjir-banjir yang melanda sebelumnya, kader-kader PKS pun turun memberikan bantuan bagi para korban. Sejak mentari baru menyapa pagi tadi, para kader PKS pun telah datang berduyun-duyun, memberikan bantuan berupa nasi bungkus bagi para korban banjir.

Saat menerima bantuan, seorang ibu di Gang Kemiri Kompleks SMAN 4 menyatakan, “Makasih banyak mas, ini sangat bermanfaat. Karena dalam keadaan rumah masih menggenang air seperti ini, mana mungkin kami bisa memasak. Padahal kampung tengah sudah saatnya diisi.”

Seorang ibu yang lain, begitu menerima bantuan langsung menebak, “Ini pasti dari PKS ya? Makasih banyak, saya tahu yang turun pasti kalian lagi.” Padahal kader-kader yang diterjunkan kali ini tidak mengenakan pakaian berlogo partai.

Tebakkan si ibu tadi mengisyaratkan bahwa betapa warga telah merasakan dekatnya karya nyata dari kader-kader partai dakwah selama ini. Fakta lapangan menyatakan bahwa hanya partai ini yang memahami keluh kesah mereka dan berusaha memberikan solusi semampu partai dakwah itu. Perhatian-perhatian seperti ini sungguh membekas di hati para warga, terbukti dari tahun ke tahun TPS-TPS di kompleks ini selalu memenangkan PKS

*****
Sumber: Masdi Abu Hani on twitter @MasdiAbuHani 
Share this article :

2 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger