Home » , » Tiga Golongan Manusia Yang Dimasukkan Dalam Neraka

Tiga Golongan Manusia Yang Dimasukkan Dalam Neraka

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Jumat, 31 Mei 2013 | 13.37

Kultweet Jum'ah Mubaarok by @IslamDiaries
  1. Bismillah. Assalaamu'alaikum...
  2. Dari Abi Hurairah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Dia didatangkan & diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya.
  3. Allah bertanya kepadanya: 'Amal apakah yg engkau lakukan dgn nikmat-nikmat itu?' Ia menjawab : 'Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid.
  4. Allah berfirman: 'Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan(tentang dirimu)
  5. Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka.
  6. Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al Qur`an.
  7. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya.
  8. Kemudian Allah menanyakannya: 'Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu?'
  9. Ia menjawab: 'Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya, serta aku membaca al Qur`an hanyalah karena Engkau
  10. Allah berkata : 'Engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang ‘alim (yang berilmu)
  11. Dan engkau membaca alQur`an supaya dikatakan (sebagai) seorang qari' (pembaca al Qur`an yg baik). Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu)
  12. Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.
  13. Berikutnya (yang diadili) adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda.
  14. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya (mengakuinya).
  15. Allah bertanya : 'Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu?'
  16. Dia menjawab: 'Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah & infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya karena Engkau.'
  17. Allah berfirman : 'Engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati). Dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).' Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.’” Hadits Riwayat : 1. Muslim, Kitabul Imarah, bab Man Qaatala lir Riya' was Sum'ah Istahaqqannar (VI/47) atau (III/1513-1514 no. 1905). 2. An Nasa-i, Kitabul Jihad Man Qaatala liyuqala: Fulan Jari', Sunan Nasa-i (VI/23-24), Ahmad dlm Musnad-nya (II/322) & Baihaqi (IX/168). Hadits ini dishahihkan oleh al Hakim dan disetujui oleh adz Dzahabi (I/418-419), Syaikh Ahmad Muhammad Syakir dalam tahqiq Musnad Imam Ahmad, no. 8260. Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani dalam Shahih at Targhib wat Tarhib (I/114 no. 22) serta dalam Shahih An Nasa-i (II/658 no. 2940).
  18. Hadits di atas menjelaskan tentang tiga golongan manusia yang dimasukkan ke dalam neraka dan tidak mendapat penolong selain Allah Ta'ala
  19. Mereka membawa amal yang besar, tetapi mereka melakukannya karena riya' (Pamer), ingin mendapatkan pujian dan sanjungan
  20. Pelaku riya', pada hari yang dibuka dan disibak semua hati, wajahnya diseret secara tertelungkup sampai masuk ke dalam neraka.
  21. Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang orang yang berperang, Orang alim dan dermawan serta siksa Allah atas mereka, ialah karena mereka mengerjakan demikian untuk selain Allah. Dan dimasukkan mereka ke dlm neraka menunjukkan betapa haramnya riya & keras siksaannya, serta diwajibkannya ikhlas dalam seluruh amal
  22. "Tdklah mrk diperintahkan melainkan utk menyembah Allah dgn memurnikan ketaatan kpdNya dlm (menjalankan) agama dgn lurus[al Bayyinah:5]
  23. Al Qurthubi mengatakan:Hakikat riya' adlh mencari apa yang ada di dunia dengan ibadah & pada asalnya adalah mencari posisi tmpt di hati manusia
  24. Tafsir al Qurthubi (XX/144), Cet. Daarul Kutub al Ilmiyyah, Th. 1420 H
  25. Jadi riya' adalah melakukan ibadah untuk mencari perhatian manusia sehingga mereka memuji pelakunya
  26. Dan ia mengharap pengagungan dan pujian serta penghormatan dari orang yang melihatnya [Fathul Bari (XI/336)]
  27. 37. Riya' mempunyai ciri dan tanda-tanda sebagaimana kata Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'anhu, bahwa org yg berlaku riya' memiliki 3ciri: (1) Dia menjadi pemalas apabila sendirian, (2) Dia menjadi giat jika berada di tengah-tengah orang banyak (3) dia menambah kegiatan kerjanya jika dipuji dan berkurang jika diejek [Al Kabair, Imam adz Dzahabi hlm. 212, tahqiq Abu Khalid Al-Husain bin Muhammad As Sa'idi, Cet. Darul Fikr.]
  28. Tanda yg paling jelas ialah merasa senang jika ada org yg melihat ketaatannya. Andaikan orang tidak melihatnya, dia tdk merasa senang.
  29. Dari sini diketahui, bahwa riya' itu tersembunyi di dalam hati, seperti api yang tersembunyi di dalam batu. Jika orang melihatnya, maka menimbulkan kesenangan.
  30. Dan kesenangan ini bergerak dengan gerakan yang sangat halus, lalu membangkitkannya untuk menampakkan amalnya
  31. Bahkan ia berusaha agar amalnya itu diketahui, baik secara sindirian atau terang-terangan [Mukhtashar Minhajul Qashidin, Ibnu Qudamah al Maqdisi, hlm. 280.]
  32. Diriwayatkan bahwa Abu Umamah al Bahili pernah mendatangi seseorang yang sedang bersujud di masjid sambil menangis ketika berdoa.
  33. Kemudian Abu Umamah mengatakan kepadanya : “Apa engkau lakukan spt ini jika engkau shalat di rumahmu?” (Teguran utk menghilangkan sikap riya').[Al Kabair, Imam adz Dzahabi, hlm.211]
  34. Sebab-sebab yg menjerumuskan manusia ke lembah riya' ada beberapa hal. Pokok pangkal riya' adalah kecintaan kepada pangkat & kedudukan.
  35. Jika hal ini dirinci, maka dapat dikembalikan kepada tiga sebab pokok, yaitu: (1) Pertama. Senang menikmati pujian dan sanjungan. (2) Kedua. Menghindari atau takut celaan manusia. (3) Ketiga. Tamak (sangat menginginkan) terhadap apa yang ada pada orang lain.
  36. Boleh jadi seseorang tdk tertarik terhadap pujian, tetapi ia takut terhadap hinaan. Seperti seorang yg penakut di antara para pemberani
  37. Dia berusaha menguatkan hati untuk tidak melarikan diri agar tidak dihina dan dicela.
  38. Ada kalanya seseorang memberi fatwa tanpa ilmu karena menghindari celaan supaya tidak dikatakan sebagai orang bodoh
  39. Kita memohon keselamatan kepada Allah dari semua macam riya' ini.
  40. Ya, Allah. Janganlah Engkau sesatkan hati kami setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami dan jauhkanlah diri kami dan amal kami dari riya'. Aamiin.
  41. Semoga bermanfa'at.

*****
Sumber:
  • http://chirpstory.com/li/81718
  • Majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun IX/1426H/2005M
Share this article :

1 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger