Home » » Sepeda yang Akan Kutinggalkan

Sepeda yang Akan Kutinggalkan

Dipublikasikan Oleh PKS Dau pada Sabtu, 01 Juni 2013 | 08.34

Oleh: Kusnandar Putra

بِسْمِ-اللهِ-الرَّحْمنِ-الرَّحِيم
Tidak ada hidup yang mewah di dalam dunia ini! Mengapa? Karena sesungguhnya kemewahan itu adalah sebuah pandangan praktis terhadap dunia. Yang ada adalah sederhana, hidup yang tidak berlebihan. Manusia yang sederhana adalah manusia yang mengambil beberapa saja di dalam dunianya sebagai bekal untuk tegak di atas ibadah kepada Alloh. Sebaliknya, hidup yang mewah justru menarik seseorang pada hidup hedon yang kemudian berpangkal pada kesombongan, angkuh, dan merasa hidup ini tidak kekal.

Sesungguhnya kita tidak usah khawatir tatkala ditimpa kemiskinan? Mengapa? Bukankah kemiskinal alamat kekafiran kata nabi? Itu adalah hadits dhoif. Kemiskinan adalah sebuah ujian, sebagaimana kekayaan pun ujian. Karena itulah, nabi -shollalllohu alayhi wasallam- tidak merasa khawatir tatkala hambanya ditimpa hidup ’sederhana’, karena itu adalah koridor ujian keimanan. Sesungguhnya yang justru kita khawatirkan ialah minat untuk meraup dunia.

Maka kitapun mulai berusaha semaksimal mungkin mencari dunia, para lelaki mulai melamar kerja, menyertakan ijazah terakhirnya untuk instansi-instansi yang sejatinya tidak mengedepankan aturan-aturan syariat, ada pula para pencari kerja yang waktunya justru habis dengan sia-sia, yang hidupnya hanya berputar pada rumah-kantor-rumah-kantor. Sangat jarang ia menyempatkan untuk bermuhasabah di rumah Alloh.

Dunia ini hina! Mengapa bisa? Padahal para motivator dunia mengatakan dunia adalah ladang kesuksesan! Memang kalau lisan kita bertanya pada mereka, pastinya ia menjawab sesuai selera! Bayangkan saja, betapa banyak orang-orang yang tertipu dengan dunia ini! Para wanita pun digiur oleh busana-busana yang di luar konsep islam, ada juga para wanita yang mencoba ‘mencari peluang’ dengan memanfaatkan busana Islam tetapi memasuki arena panggung! Astagfirulloh. Ini adalah sebuah permainan budaya yang disusupi oleh niat ‘berbahaya’ dari luar Islam.

Ketahuilah, bahwa semakin kita mendekat pada dunia, maka kita hakikatnya semakin jauh dari Alloh. Sebaliknya, semakin ktia mendekat pada agama kita (baca: Islam), sesungguhnya kita sudah jauh dari fitnah dunia.

Alangkah egonya kita, menginginkan surga tapi beramal dengan amalan dosa! Kita mau jauh dari siksa neraka, tapi justru jauh dari amalan berpahala.

Perhatiknalah kehidupan para sahabat Rosululloh-shollallohu alayhi wasallam-, mereka yang dekat pada nabi, mengetahui tafsir ayat al-Qur’an, tapi mengapa mereka paling takut pada Alloh? Mereka menangis saat mendengar ayat! Tapi, ada apa pula dengan kita, yang justru jauh dari agama ini, tapi kitalah paling merasa aman dari Alloh, tidak ada rasa takut yang bersemayam pada diri!

Sesungguhnya, sangat berbeda antara orang yang takut kepada Alloh dan cuek dengan Alloh!

Suatu saat kita tahu nantinya, bahwa apa pun profesi kita, kita ternyata butuh pada ketenangan, yaitu kembalinya kita kepada Alloh, kembalinya duduk mentadabburi al-Qur’an.

Hidup ini singkat! Dan kita akan meninggalkan semua perbendaharaan yang ada. Sepeda yang kita kendarai, kelak kita akan tinggalkan dan menuju pada pertanggungjawaban!

Sudahkah kita bertaubat?

Wallohu a’lam…


*****
Sumber: http://edukasi.kompasiana.com/2013/06/01/sepeda-yang-akan-kutinggalkan-564979.html
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Kiprah Kader PKS

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM OPINI

Arsip lain Kategori ini »

KOLOM INSPIRASI

Arsip lain Kategori ini »

KUMPULAN KULTWEET

Arsip lain Kategori ini »
Published by : PKS Dau ~ Indonesia
Copyright © 2013. PKS Dau ~ Indonesia - All Rights Reserved
Created and Support by A.M.C. Purnama
Proudly powered by Blogger